Netanyahu Terburu-buru Ingin Temui Trump Segera, Paksa Serang Iran? Ini Kata Media-Media Israel

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dalam langkah dramatis yang mencerminkan puncak kekhawatiran Israel terhadap jalannya negosiasi antara Washington dan Teheran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertolak ke Washington pada Rabu (10/2/2026) dalam kunjungan darurat untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.

Kunjungan ini digambarkan sebagai upaya preventif untuk membentuk kebijakan AS terhadap Teheran, menurut surat kabar Israel. Aljazeera, dikutip Selasa (10/2/2026), melaporkan dengan merujuk sejumlah sumber Israel. 

Baca Juga
  • 4 Tuntutan Israel Atas Iran ke Trump dan 3 Hal yang Bikin Negara Zionis Itu Ketar-ketir
  • Cacat Logika Narasi Netralitas dan Realistis dalam Bergabungnya RI di Board of Peace
  • Epstein di Pusaran Rencana Gila Migrasi Yahudi Rusia ke Israel: Redefinisi Siapa Yahudi

Kunjungan ini terjadi pada saat yang sangat sensitif, di mana menurut surat kabar Yisrael Hayom, ada perpecahan mendasar di dalam pemerintahan AS mengenai jalur diplomatik dengan Iran.

Sementara lembaga keamanan Israel meningkatkan retorikanya dengan memperingatkan adanya ancaman eksistensial yang tidak dapat ditawar-tawar.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut surat kabar tersebut, Netanyahu berusaha— melalui pertemuan mendadak dengan Presiden Trump ini— untuk memanfaatkan hubungan pribadi mereka yang erat untuk memastikan Gedung Putih tidak mundur dari garis merah yang telah disepakati dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, dan mencegah negosiasi merosot menjadi kesepakatan yang tidak memuaskan, menurut laporan surat kabar Israel.

Surat kabar Yedioth Ahronoth mengakui bahwa kemungkinan Teheran menerima persyaratan ini sangat kecil, karena di Iran persyaratan tersebut dianggap sebagai dokumen penyerahan diri.

Jalur negosiasi yang tidak jelas

Surat kabar Yisrael Hayom melaporkan, mengutip sumber diplomatik yang mengetahui masalah ini, bahwa pembicaraan berulang tentang suasana positif dalam pembicaraan Amerika-Iran hanyalah retorika diplomatik yang menyembunyikan ketiadaan kesepakatan nyata hingga saat ini.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jembatan di Jember Ambrol Diterjang Banjir Bandang,11 KK Terisolasi | KOMPAS PETANG
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
BGN: Mitra tak boleh tolak relawan disabilitas yang kerja di dapur MBG
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Jaminan Al Nassr ke Ronaldo agar CR7 Tak Mogok Main Lagi: Mengembalikan Wewenang
• 14 menit lalutvonenews.com
thumb
Truk Angkut Ayam Tabrak Pengendara Motor Pelajar di Jombang Terekam CCTV
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
BPJS PBI Bermasalah, Pramono Jamin Pasien Tetap Terlayani lewat Skema PBPU Pemda
• 14 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.