Bisnis.com, JAKARTA — Langkah penyedia indeks global FTSE Russell yang menunda tinjauan indeks Indonesia periode Maret 2026 diprediksi bakal menahan laju aliran dana asing masuk ke pasar modal domestik dalam jangka pendek.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa penundaan tersebut berkaitan dengan langkah reformasi yang sedang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Penundaan dilakukan untuk menghindari potensi distorsi indeks akibat ketidakpastian data dan risiko penurunan likuiditas selama masa transisi kebijakan pasar modal,” ucap Valdy dalam risetnya, Selasa (10/2/2026).
Adapun, fokus utama otoritas saat ini sedang tertuju pada transparansi serta keandalan perhitungan saham beredar atau free float emiten.
Selama masa penundaan, FTSE membekukan seluruh perubahan berbasis tinjauan indeks yang mencakup penambahan atau penghapusan konstituen saham, perubahan segmen kapitalisasi, hingga penyesuaian bobot saham.
Namun demikian, aksi korporasi seperti pembagian dividen, stock split, konsolidasi saham, serta penghapusan pencatatan (delisting) akibat merger atau suspensi permanen tetap akan diproses sesuai metodologi yang berlaku.
Valdy menilai kebijakan ini akan berdampak pada tertahannya arus dana berbasis indeks FTSE di pasar saham Indonesia. Namun, di sisi lain, hal ini memberikan sentimen stabilitas bagi kepemilikan investor asing di lantai bursa.
“Arus dana berbasis indeks FTSE akan cenderung tertahan dalam jangka pendek. Namun, stabilitas kepemilikan asing relatif terjaga karena tidak adanya forced rebalancing selama periode penundaan,” pungkasnya.
Dia juga menyatakan bahwa kebijakan ini bersifat teknis dan sementara. Penundaan ini tidak berkaitan dengan klasifikasi status pasar saham Indonesia dalam kerangka Equity Country Classification FTSE, sehingga investor diharapkan tidak khawatir akan penurunan status pasar modal domestik.
Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka melemah pada posisi 8.031,58. IHSG sempat bergerak di rentang 8.012-8.035 sesaat setelah pembukaan.
Tercatat, 226 saham menguat, 166 saham melemah, dan 244 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp14.558 triliun.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





