Jelang Ramadan, Bupati Sidoarjo Ajak Jaga Stabilitas dan Perkuat Toleransi

realita.co
8 jam lalu
Cover Berita

SIDOARJO (Realita) - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah yang digelar di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (9/2/2026), bersama pimpinan DPRD, Kepala Dinas Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo, jajaran Forkopimda, serta organisasi keagamaan.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo berhasil Mengintegrasikan PSU Mutiara City Sidoarjo

Dalam sambutannya, Subandi menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik, keamanan, dan kenyamanan menjelang Ramadan. Ia mengingatkan agar perbedaan dalam pelaksanaan ibadah, seperti jumlah rakaat salat tarawih, tidak menjadi bahan perdebatan. Menurutnya, yang terpenting adalah saling menghormati serta menjaga koordinasi di wilayah masing-masing.

Subandi juga memberikan arahan kepada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Satpol PP, untuk meningkatkan pemantauan ketertiban umum selama Ramadan. Ia menyoroti aktivitas pedagang kaki lima (PKL), terutama penjual makanan yang masih beroperasi pada siang hari. Menurutnya, perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat saling menghormati selama bulan puasa. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberadaan PKL tetap harus ditoleransi selama tidak mengganggu ketertiban.

Baca juga: Ketua DPRD Sidoarjo Sampaikan Empat Poin Penting tentang Arah Pembangunan Kabupaten Sidoarjo di Tahun 2026

Selain itu, Bupati meminta Dinas Pendidikan memperketat pengawasan terhadap kegiatan sekolah, termasuk pelaksanaan outing class. Ia menilai kegiatan tersebut sebaiknya dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sidoarjo atau sekitarnya. Subandi juga mengingatkan pentingnya transparansi dari pihak sekolah, seraya menegaskan bahwa kepala sekolah harus mampu memberikan teladan yang baik.

Ia turut menyoroti kegiatan pengajian malam hari yang terkadang berlangsung hingga larut. Menurutnya, perlu ada kesepakatan bersama mengenai batas waktu pelaksanaan kegiatan agar tidak mengganggu waktu istirahat warga. Subandi menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menyusun Surat Edaran (SE) sebagai pedoman penyesuaian kegiatan selama Ramadan, dengan prinsip utama menjaga kenyamanan masyarakat.

Baca juga: Gabungan LSM dan Lembaga Hukum Buka Posko Darurat Mafia Tanah di Sidoarjo, Sudah Terima Pengaduan

Terkait tradisi takbiran menjelang Idulfitri, Subandi menyebutkan bahwa pelaksanaan takbiran keliling masih akan dibahas lebih lanjut. Jika nantinya tidak diperbolehkan, takbiran dapat dilakukan di lingkungan masing-masing atau di sekolah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tradisi dan kearifan lokal yang telah mengakar di masyarakat tidak boleh ditinggalkan. Termasuk takbiran anak-anak dengan obor yang dinilai penting untuk menjaga semarak suasana menyambut Hari Raya Idulfitri.Bay

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Mengekang, Aturan Gawai pada Remaja Bertujuan Latih Kontrol Diri
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gejolak Pasar Buka Peluang di Saham Tambang Emas
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
KSAD Maruli Simanjuntak Ungkap Kesiapan TNI Bantu Penanggulangan Terorisme
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sejumlah Aset Belum Beralih dari Kemenag ke Kemenhaj: Wisma-Pusat Informasi Haji
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Jaya Selamatkan 4 Anak Korban Perdagangan Orang
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.