Ratusan warga Kota Yogyakarta selama beberapa hari ini berbondong-bondong ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemkot Yogyakarta untuk mengaktifkan kembali atau reaktivasi BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Sebelumnya, kepesertaan BPJS Kesehatan PBI mereka tiba-tiba dinonaktifkan oleh pemerintah per 1 Februari untuk pemutakhiran data.
BPJS PBI adalah layanan jaminan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu yang iurannya dibayarkan penuh oleh pemerintah.
Pantauan kumparan pada Selasa (10/2), MPP Pemkot Yogyakarta ramai pengunjung. Banyak di antaranya sudah lansia. Wajahnya penuh harap.
"Saya dapat nomor antrean 65. Saya dari rumah jam 07.00 WIB. Sebelum dimulai (dibuka) saya sudah ambil antrean dulu," kata Sumiyati (60 tahun) asal Kemantren Ngampilan.
Menurut Sumiyati banyak warga yang datang sebelum kantor MPP buka. Tujuannya adalah agar cepat dapat antrean, termasuk dirinya.
Dua Hari Urus BPJS BPISumiyati sudah dua hari ini datang ke MPP. Kemarin dirinya belum bisa mengaktifkan kembali BPJS karena ada data yang harus diperbaiki.
Sehari-hari Sumiyati membuka warung kecil-kecilan di rumah. Karena mengurus persyaratan BPJS subsidi pemerintah, dia terpaksa harus menutup dahulu warung sumber penghidupannya itu.
Sumiyati tahu BPJS-nya tidak aktif pada hari Minggu. Saat itu anaknya membuka ponsel dan mendengar kabar banyak BPJS dinonaktifkan. Setelah dicek, satu keluarga Sumiyati berjumlah tiga orang BPJS-nya tak aktif. Dia kemudian segera mengurus.
BPJS ini manfaatnya sangat banyak baginya dan keluarga. Sumiyati yang menderita darah tinggi harus rutin kontrol ke puskesmas tiap bulan. Suaminya yang bekerja sebagai tukang becak juga menggantungkan akses kesehatannya pada BPJS.
"Suami saya juga darah tinggi, ya kontrol terus," kata Sumiyati.
Sumiyati berharap BPJS-nya segera aktif karena 24 Februari mendatang dijadwalkan kontrol di rumah sakit.
Peserta BPJS lainnya, Sri Suminah (71 tahun) mendapatkan antrean nomor 139. Padahal dia termasuk pagi datang ke Pemkot Yogyakarta.
"Masih menunggu. Tadi ke sini jam delapan," katanya.
Sri Suminah selalu memanfaatkan BJPS jika kesehatannya terganggu.
"Ya ini sehat, tapi nanti kalau periksa-periksa (butuh BPJS)," katanya.
Sri Suminah membawa bekal roti sembari menunggu antreannya dipanggil. "Ya, ini bekal ringan," katanya.
Ganjal Perut dengan GorenganMujiyati (65 tahun) asal Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, juga datang sejak pagi ke MPP Pemkot Yogyakarta. Dia ingin segera mengaktifkan BPJS PBI-nya.
Lantaran buru-buru, dia tak sempat sarapan. Demi mengganjal perut, Mujiyati membeli tiga butir tahu goreng.
"Tadi ke sini jam delapan. Dapat antrean nomor 70," kata Mujiyati.
"Cuma ini tadi beli gorengan, langsung beli tiga. Sama bekal ini air mineral," kata Mujiyati.
Ayah Sakit Jantung Bergantung BPJSNindia (35 tahun) datang mengantar orang tuanya mengaktifkan kembali BPJS PBI. Hal ini penting karena ayahnya rutin berobat jantung dan selama ini dikover BPJS.
"Soalnya bapak ada riwayat jantung. Setiap bulan kontrol," kata Nindia.
Ayahnya terakhir kontrol Januari lalu saat BPJS-nya masih aktif. Namun setelah ramai berita, dicek kembali BPJS-nya sudah nonaktif.
Harapannya BPJS ini bisa segera aktif kembali agar ayahnya tetap bisa leluasa kontrol ke rumah sakit.
"(Kalau tidak dikover BPJS) ya pasti lumayan (biayanya). Kemarin juga masuk IGD. Kurang tahu biayanya (kalau bayar mandiri)," katanya.
Tahu BPJS Tak Aktif Saat BerobatSuryati (64 tahun) asal Kematren Gondomanan baru tahu BPJS-nya dinonaktifkan ketika dia berobat ke puskesmas.
"(Saya tahu) waktu saya ke puskesmas dua minggu yang lalu," kata Suryati.
Selama ini dia berobat gratis. Namun, terakhir dia diminta petugas membayar mandiri karena BPJS PBI-nya sudah tak aktif.
"Di puskesmas kemarin Rp 25 ribu untuk obat. Baru pertama kali (bayar)," katanya.
"Sebulan sekali saya kontrol di RS Bethesda Lempuyangan, spesialis penyakit dalam karena saya ada asma. Nanti 3 Maret kontrol lagi," katanya.
Suryati berharap BPJS-nya bisa segera aktif. Apalagi jadwal kontrol ke rumah sakit sudah dekat.
Kata Pemkot YogyakartaKepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Waryono, mengatakan reaktivasi BPJS PBI APBD sudah dimulai sejak Senin (2/2) lalu.
Per Senin (9/2) sudah ada 2.666 orang yang mereaktiviasi.
Selain melalui MPP, reaktivasi bisa melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) dan aplikasi WhatsApp.
"Tetap kita terima semua," kata Waryono dihubungi wartawan.
Reaktiviasi ini hanya membutuhkan waktu satu jam saja selama persyaratannya lengkap.
"Jadi nggak perlu lagi 14 hari (aktivasi), nggak perlu," katanya.
21 Ribu Peserta BPJS PBI DinonaktifkanSebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menerima informasi per 1 Februari ada 21 ribu peserta BPJS PBI JKN di Kota Yogyakarta yang dinonaktifkan.
Pemkot Yogyakarta berupaya mengaktifkan kembali kepesertaan melalui PBI dengan skema yang dibiayai APBD.
"Peserta tahunya saat datang ke rumah sakit untuk menggunakan layanan, ternyata statusnya tidak aktif. Setelah itu mereka menanyakan ke layanan Jamkesda," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.





