Jakarta, VIVA - Elon Musk mengumumkan rencana untuk membangun "kota yang tumbuh sendiri" di Bulan, sebelum target berikutnya ke Mars.
Dalam beberapa tahun terakhir, SpaceX, perusahaan teknologi punya Musk, telah fokus pada pengembangan pesawat ruang angkasa yang mampu mencapai Planet Merah, julukan Mars.
"Misi Starship tanpa awak pertama ke Mars dapat diluncurkan paling cepat pada akhir tahun ini," katanya, seperti dikutip dari situs Russia Today, Selasa, 10 Februari 2026.
Namun, dalam unggahan di platform media sosialnya, X, pekan lalu, Elon Musk mengatakan bahwa perusahaannya 'mengalihkan fokus untuk membangun kota yang dapat tumbuh sendiri di Bulan', dengan alasan bahwa proyek tersebut dapat dicapai dalam waktu kurang dari 10 tahun.
"Sementara membangun pemukiman serupa di Mars akan memakan waktu lebih dari dua dekade (20 tahun). Tapi, misi SpaceX tetap sama, yaitu memperluas kesadaran dan kehidupan seperti yang kita kenal ke bintang-bintang,” jelas dia.
Menurutnya, misi ke Mars hanya mungkin dilakukan ketika planet-planet sejajar, kira-kira setiap 26 bulan, dan membutuhkan perjalanan selama enam bulan, sedangkan peluncuran ke Bulan dapat dilakukan sekitar setiap 10 hari dengan waktu tempuh sekitar dua hari.
Hal ini, katanya, akan memungkinkan iterasi dan pengembangan pemukiman di Bulan yang lebih cepat. SpaceX memprioritaskan misi ke Bulan dan menargetkan pendaratan Starship tanpa awak sekitar 2027.
Pesawat ruang angkasa tersebut juga sedang dikembangkan untuk Program Artemis NASA untuk mengembalikan astronot ke Bulan di akhir dekade ini.
Elon Musk mengatakan perusahaan tersebut belum meninggalkan ambisinya terkait Mars dan "juga akan berupaya membangun kota di Mars dan mulai melakukannya dalam waktu sekitar lima hingga tujuh tahun," menggambarkan Bulan sebagai pilihan yang lebih cepat untuk "mengamankan masa depan peradaban".
Pengusaha tersebut telah berulang kali berbicara tentang kolonisasi Mars sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan kelangsungan hidup umat manusia jika terjadi bencana global, sebelumnya menyarankan bahwa Planet Merah itu pada akhirnya dapat menjadi 'bagian dari Amerika Serikat (AS)'.
Pengumuman ini muncul ketika kekuatan-kekuatan besar mendorong kehadiran permanen di Bulan. China dan Rusia sedang mengembangkan Stasiun Penelitian Bulan Internasional bersama.





