Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan santunan kepada keluarga 23 prajurit marinir yang menjadi korban dari bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat pada Selasa (10/2).
Santunan diberikan di Markas Komando Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Dari 23 keluarga prajurit, setiap keluarga mendapatkan dana sebesar Rp 15 juta dengan total nilai Rp 345 juta. Acara dihadiri oleh perwakilan 7 keluarga prajurit.
"Total 23 prajurit. Hari ini yang bisa hadir 7 (keluarga), karena sebagian sudah kembali ke rumah kan, ada yang dikuburkan," ucap Gus Ipul.
"Ada yang di Lamongan, ada yang di Deli Serdang, ada di Gorontalo. Banyak," tambahnya.
Gus Ipul mengatakan, pemberian santunan dipastikan diserahkan kepada seluruh ahli waris prajurit yang gugur. Dia terus berkoordinasi dengan Panglima Korps Marinir, Letjen Endi Supardi, untuk penyaluran santunan.
"Secara keseluruhan nanti kita titipkan sama Dankormar untuk bisa disalurkan secara langsung," ujar Gus Ipul.
Gus Ipul mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari skema bantuan sosial adaptif Kementerian Sosial. Jenis bantuan ini, kata Gus Ipul, disalurkan untuk masalah kebencanaan dan kebutuhan khusus dari masyarakat.
"Dalam rangka bantuan kebencanaan itu, salah satunya, sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo, memang pemerintah memberikan tali asih kepada keluarga-keluarga korban yang terdampak bencana, apakah itu bencana sosial maupun bencana alam," kata Gus Ipul.
Selain memberikan bantuan bantuan sosial adaptif, Gus Ipul menjelaskan akan menjalankan program pemberdayaan bagi semua keluarga korban yang terdampak bencana longsor di Cisarua. Program ini akan ditentukan berdasarkan asesmen yang, menurut Gus Ipul, akan dilaksanakan asesmen terlebih dahulu agar sesuai dengan keperluan.
"Setelah ini nanti kami juga akan tindak lanjuti dengan pemberdayaan keluarga yang ditinggalkan. Ya ini yang kita harus asesmen dulu, kira-kira dukungan apa yang diperlukan setelah ini. Mungkin ada yang mau membuka usaha, atau memerlukan pendidikan keterampilan, atau hal-hal lain lah seperti pelatihan-pelatihan dan lain sebagainya," tutur Gus Ipul.
"Jadi setelah kita beri santunan bagi yang meninggal, kemudian keluarganya ada program pemberdayaan. Keluarga yang ditinggalkan ini akan kita lakukan asesmen. Ya termasuk untuk putra-putrinya," tambahnya.
Mengenai pelaksanaan asesmen tersebut, Gus Ipul akan menunggu kondisi keluarga. Sebab menurutnya saat ini para keluarga korban masih berduka.
"Ya secepat mungkin lah, setelah keluarga berduka mungkin sudah lebih ini ya, masa berkabungnya sudah selesai. Masa berkabungnya sudah selesai, insyaallah nanti akan kita lakukan asesmen," ucapnya.





