TABLOIDBINTANG.COM - Ammar Zoni mengaku telah menulis surat yang ditujukan untuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Surat tersebut disampaikan Ammar usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/2).
Ammar menyebut surat itu berisi permohonan perlindungan hukum sekaligus harapan mendapatkan kebijakan khusus dari kepala negara.
“Ini juga nih sebenarnya, saya sudah menulis ini (menunjukkan surat). Nanti kamu bawa nih, saya sudah membuat surat permohonan. Ini buat surat permohonan kepada Presiden, yang isinya surat permohonan untuk perlindungan,” kata Ammar Zoni.
Dalam surat itu, Ammar secara eksplisit mengajukan opsi grasi, amnesti, hingga abolisi. Ia berharap permohonannya dapat dipertimbangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Ya, surat permohonan untuk perlindungan dengan permohonan grasi, atau amnesti, atau abolisi,” tambahnya sambil menunjukkan surat tersebut.
Ammar juga meminta agar surat tersebut benar-benar sampai ke tangan Presiden.
“Kepada Bapak Presiden, kami memohon nanti kamu tolong sampaikan juga, ya, atas nama saya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ammar menjelaskan alasan dirinya mengajukan permohonan tersebut. Ia menyinggung pernyataan Presiden terkait penanganan pengguna narkotika, khususnya figur publik, yang menurutnya lebih diarahkan ke rehabilitasi.
“Karena memang petikan dari Bapak Presiden kan sudah jelas kalau para pengguna, khususnya figur publik, itu kan harus wajib direhabilitasi. Jadi kami memohon, mudah-mudahan dengan pengiriman permohonan ini bisa diberikan sebuah amnesti untuk rehabilitasi ataupun selesailah semua ini, gitu lho. Mendapatkan kesempatan lagi,” ujar Ammar.
Ia bahkan menilai dirinya masih memiliki kontribusi bagi bangsa.
“Biar bagaimanapun saya kan warisan, aset (bangsa),” tambahnya.




