Jakarta, tvOnenews.com - Bos tim Mercedes Formula 1, Toto Wolff, menilai George Russell memang layak menyandang status favorit juara dunia F1 2026.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa Mercedes belum sepenuhnya membuktikan diri sebagai paket yang kompetitif.
- F1
Perubahan besar regulasi pada 2026 diprediksi akan mengacak peta persaingan Formula 1.
Namun sejauh ini, empat tim teratas yakni McLaren, Red Bull, Mercedes, dan Ferrari masih terlihat sebagai tolok ukur performa.
Mercedes mencatat hasil yang cukup menjanjikan saat shakedown mobil barunya di Barcelona pekan lalu. Di sisi lain, George Russell kini muncul sebagai favorit juara dunia 2026.
"Selalu menyenangkan jika pembalap Anda menjadi favorit dan saya pikir dia memang pantas, karena dia adalah salah satu yang terbaik," ujar Toto Wolff di laman Crash.
“Dia sudah menunjukkan kepada kami sejauh mana performa mobil ini, dan secara keseluruhan dia tampil lebih dari luar biasa bagi kami.”
“Namun pada akhirnya, yang menang selalu pembalap terbaik dengan mobil terbaik. Dan kami belum membuktikan bahwa kami punya paket yang cukup bagus.”
“Kami juga belum merasakan kondisi panas di Bahrain dengan aspal yang abrasif, yang selama ini selalu menjadi tantangan bagi kami.”
“Jadi, saya berharap bandar taruhan itu benar. Tapi saya baru akan benar-benar percaya ketika kami menunjukkan performa tim yang bisa mengonfirmasi hal tersebut.”
Wolff juga ditanya soal ekspektasinya terhadap Andrea Kimi Antonelli yang akan menjalani musim keduanya di Formula 1.
Bos tim berpengalaman itu menilai Antonelli berada di jalur yang tepat sesuai rencana Mercedes sejak musim lalu.
Namun, ia merasa belum adil jika Antonelli langsung dituntut untuk bersaing ketat dengan Russell dalam perebutan gelar juara.
“Untuk Kimi, dia sepenuhnya berada di jalur yang sudah kami rencanakan sejak awal musim pertamanya di Formula 1, dengan seluruh hiruk-pikuk besar yang datang bersamaan media, tuntutan sponsor, dan penggemar.”
“Dan itulah alasan mengapa kami melihat penampilan yang sangat bagus, tetapi juga beberapa balapan di mana dia lebih kesulitan.”


