BEKASI, KOMPAS.com — Sejumlah penumpang angkutan kota (angkot) yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dipaksa turun di tengah perjalanan akibat sopir angkot mogok kerja, Selasa (10/2/2026).
Para penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan angkot karena sebagian besar armada berhenti beroperasi dan berjejer di badan jalan.
Kondisi tersebut memaksa penumpang mencari alternatif transportasi lain untuk mencapai tujuan.
Rini (45), salah satu penumpang angkot yang diturunkan di Jalan Ahmad Yani, mengaku tidak mengetahui adanya aksi demonstrasi tersebut.
Baca juga: Ratusan Sopir Angkot Mogok di Bekasi, Lima Trayek Tak Beroperasi
Akibatnya, ia harus beralih menggunakan ojek online meskipun dengan biaya yang lebih mahal.
“Gara-gara angkotnya pada aksi, ini saya mau naik Grab jadinya. Tapi mahal,” ujar Rini saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa.
Rini mengaku baru mengetahui adanya demonstrasi setelah angkot yang ditumpanginya berhenti dan meminta penumpang turun.
Menurutnya, keberadaan angkot selama ini sangat membantu masyarakat karena tarifnya yang relatif murah dan terjangkau.
“Saya enggak tahu ada demo apa. Padahal kan kalau angkot tarifnya lebih murah, lebih merakyat. Dan kalau emang sampainya sama, rutenya sama, saya lebih pilih naik angkot aja,” kata Rini.
Sebagai warga yang sehari-hari mengandalkan angkot karena tidak memiliki kendaraan pribadi, Rini merasa sangat terbantu dengan layanan transportasi tersebut.
“Adanya angkot ngebantu banget buat saya yang enggak punya mobil dan enggak bisa naik motor. Terus daerah Karang Jati itu agak sulit, apalagi kalau naik ojol mahal,” ujarnya.
Baca juga: Sopir Angkot Bekasi Demo Tolak Bus Trans Beken, Khawatir Mata Pencaharian Terancam
Rini pun berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau, seperti JakLingko di Jakarta dengan merekrut sopir angkot.
“Di Bekasi itu kalau buat kita naik-naik transportasi pengeluarannya banyak. Mending kayak di Jakarta ada JakLingko, ya kan 0 persen (gratis). Mungkin pemkot bisa rekrut sopir angkot ini, kasihan juga kan,” ucap Rini.
Aksi mogok sopir angkotDalam aksi demonstrasi tersebut, sekitar 500 sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bekasi melakukan aksi mogok kerja di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Aksi tersebut sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas dan lumpuhnya sejumlah trayek angkot.





