Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menceritakan diskusinya bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem terkait kebutuhan dan kesusahan warga Aceh jelang Ramadan.
Muzani sempat khawatir tentang kebutuhan dan ketersediaan masyarakat, mengingat kawasan itu baru saja dilanda bencana. Ada 2 hal yang disorot Muzani, yakni ketersediaan daging lembu-kerbau untuk tradisi makan meugang dan alat salat.
"Saya bertanya kepada Mualem, kemampuan kami di MPR terbatas, kami terus terang harus mendapatkan support dari kanan kiri, tapi Abang (Mualem) harus pilih salah satu. Saya panggil beliau Abang, Abang harus pilih salah satu. Kami drop daging atau kami drop alat salat?" ujar Muzani dalam sambutannya saat salurkan bantuan di Kantor Provinsi Aceh, Selasa (10/2).
"Jawaban beliau, 'Tolong pak ketua, daging kami usahakan sendiri, tapi alat salat tolong dibantu’. Itulah, Pak Gubernur. Jadi yang diminta oleh Gubernur adalah yang pertama yang tadi," kata Muzani sambil menirukan ucapan Mualem.
Atas dasar permintaan tersebut, kunjungan MPR RI kali ini membawa serta ribuan paket perlengkapan ibadah untuk disalurkan ke delapan kabupaten/kota yang terdampak bencana, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
"Ada Al-Qur'an, Al-Qur'an terjemahan, ada sajadah, ada sarung, ada mukena, ada kaus, dan ada kerudung. Jumlahnya juga 15.000 paket untuk delapan kabupaten/kota ini," jelas Muzani.
Selain paket alat salat, MPR juga menyalurkan 15.000 paket sembako yang berisi mi instan, minyak goreng, gula pasir, teh, susu, biskuit, vitamin, obat-obatan ringan, serta kebutuhan anak dan perempuan yang sudah didistribusikan ke pendopo kabupaten masing-masing.





