Sinopsis Drama China No Pain No Gain, Aksi Kocak Peng Yu Chang Bangun Perusahaan Anti Untung

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Drama China No Pain No Gain adalah serial komedi yang disutradarai oleh Liu Wenyang dan Zhao Qichen, serta dibintangi Peng Yu Chang, Lin Yun, dan Liu Guanlin sebagai pemeran utama. Drama ini juga didukung oleh Wang Tianfang, He Ruixian, Wu Junting, Yao Yiqi, dan sejumlah aktor lainnya.

Diadaptasi dari novel karya Qing Shanqu Zui, No Pain No Gain mulai tayang pada Januari 2026 dengan total 26 episode. Setiap episode berdurasi sekitar 43 menit dan dapat disaksikan secara resmi melalui platform WeTV. Berikut sinopsis drama China No Pain No Gain.

Pei Qian (Peng Yu Chang) adalah seorang karyawan biasa yang kelelahan bekerja di perusahaan besar. Suatu hari, ia justru diberhentikan secara tiba-tiba tanpa peringatan.

Di tengah keterpurukannya, Pei Qian menerima undangan aneh dari seorang kakak laki-laki misterius. Sosok tersebut menawarinya kesempatan untuk mendirikan perusahaan dengan satu tujuan tak masuk akal, yaitu harus merugi.

Tanpa banyak pilihan, Pei Qian menerima tawaran tersebut dan mulai membangun perusahaannya sendiri. Ia berniat menjalankannya dengan cara yang berlawanan dari prinsip bisnis pada umumnya.

Untuk memastikan kerugian, Pei Qian sengaja merekrut karyawan yang dianggap tidak kompeten. Ia juga menaikkan gaji, memperpanjang cuti, dan memberikan berbagai tunjangan besar kepada mereka.

Tak hanya itu, Pei Qian berinvestasi pada proyek-proyek aneh yang menurut logika seharusnya gagal. Semua keputusan tersebut ia ambil demi memastikan perusahaan tidak menghasilkan keuntungan.

Namun, semua rencananya justru berbalik arah secara mengejutkan. Proyek-proyek nyeleneh itu malah sukses besar dan mendatangkan keuntungan berlipat.

Di mata para karyawan, Pei Qian dikenal sebagai bos yang bertanggung jawab dan sangat peduli. Sementara itu, dunia bisnis mulai memujinya sebagai seorang jenius yang tak tertandingi.

Kesuksesan demi kesuksesan membuat Pei Qian semakin frustrasi karena gagal mencapai tujuan awalnya. Ia pun terus diliputi kecemasan tentang bagaimana caranya membuat perusahaan ini benar-benar merugi.

Meski terpaksa, Pei Qian akhirnya memimpin perusahaannya menghadapi berbagai tantangan. Tanpa disadari, ia justru membawa perusahaan tersebut tumbuh menjadi konglomerat teratas di wilayahnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketua FFI Ketuk Hati Pemerintah Beri Bonus ke Timnas Futsal Indonesia: Kapasitas Saya Terbatas, Tidak Sanggup
• 5 jam lalubola.com
thumb
Usaha Kain Kafan di Pasar Tradisional, Bisa Raup hingga Rp 10 Juta per Bulan
• 10 menit lalukumparan.com
thumb
Kasus Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi, Polisi Panggil DLH dan BI Pekan Ini
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BP Batam Bidik Investasi Maritim Eropa, Perkuat Posisi Batam di Rantai Pasok Global
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Wacana Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme, KSAD Tunggu Payung Hukumnya
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.