JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewaspadai terjadi kenaikan harga pada bahan pokok, minyak goreng dan cabai menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Menurut Pramono jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, dua komoditas pangan tersebut kerap mengalami kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.
“Jadi yang biasa naik itu minyak sama cabai. Jadi dua komoditas itu yang selalu mengalami kenaikan, salah satu inflasi yang ada adalah minyak dan cabai,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2026.
BACA JUGA:Kemenhub Siapkan 401 Bus Mudik Gratis ke 34 Provinsi
Pramono pun mendorong masyarakat menggiatkan gerakan menanam cabai dengan sistem urban farming untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri.
Selain itu Mas Pram sapaan akrab Pramono juga akan menggencarkan program pangan murah untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil hingga Idul Fitri.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menekan kenaikan harga pangan strategis di pasaran.
Secara garis besar kata Pramono, stok pangan di Jakarta aman menjelang bulan suci Ramadan.
Pramono pun meminta masyarakat tidak panic buying untuk menjaga ketersediaan bahan pangan menjelang bulan puasa.
Dia memastikan stok bahan pangan di Jakarta mencukupi hingga Idul Fitri 1447 Hijirah.
BACA JUGA:Pemerintah Imbau Perusahaan Terapkan WFA pada 16-17 dan 25–27 Maret 2026
“Kami hanya mengimbau karena ketersediaan pangan di Jakarta sangat mencukupi tidak usah ada panic buying dan sebagainya. Karena Pemerintah DKI Jakarta menjamin bahwa ketersediaan bahan pangan maupun daging dan sebagainya, Jakarta adalah mencukupi,” ucap Pramono.
Selain stoknya mencukupi, Pramono juga memastikan saat ini harga kebutuhan pokok di Jakarta terpantau masih stabil.
Hal ini tidak terlepas berkat program pangan bersubsidi yang digencarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
“Kemudian juga untuk subsidi pangan, kami melihat bahwa hampir semua komoditas di Jakarta sekarang ini relatif terkontrol dengan baik,” kata Pramono memungkasi.





