jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi pada hari ini, Selasa (10/2), untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun anggaran 2020 di wilayah Jawa Timur.
"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisian Daerah Sulawesi Utara," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi jadwal pemeriksaan tersebut.
BACA JUGA: Ini Langkah KPK soal 18 Anggota DPR di Pusaran Korupsi DJKA, Siap-Siap Saja
Para saksi yang diperiksa meliputi perwakilan vendor logistik dan para koordinator penyaluran di tingkat daerah.
Mereka yang dipanggil adalah Adra Paat (PIC Lapangan Vendor Truk PT Yasa Artha Trimanunggal), Marlino Kastilong (Area Koordinator Penyaluran), Michael Richard Barten Karundeng (Koordinator Kabupaten/Kota Bitung), Teddy Kano (Koordinator PKH Kota Manado), Joosti Anderson Walewangko (Koordinator Kabupaten/Kota Tomohon), Richard Marcel Mongkaren (Koordinator Wilayah Sulawesi Utara), dan Noldy Silverius Mangerongkonda (Koordinator Wilayah PKH Provinsi Sulawesi Utara).
BACA JUGA: Gubernur Jambi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Proyek Stadion Rp250 M
Pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari penyelidikan KPK atas potensi penyimpangan dalam program bantuan sosial pemerintah yang vital tersebut.
Kasus ini menyangkut dugaan korupsi dalam penyaluran beras bansos yang ditujukan untuk keluarga miskin dan rentan penerima PKH di Jawa Timur pada 2020.
BACA JUGA: KPK Periksa Tersangka Kasus Korupsi DJKA Kemenhub Reza Maullana sebagai Saksi
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi daya beli masyarakat selama masa pandemi Covid-19. KPK diduga menyelidiki kemungkinan adanya mark-up, penyimpangan spesifikasi, penyelewengan prosedur, atau praktik tidak wajar lainnya dalam proses logistik dan distribusi yang melibatkan vendor dan penyelenggara di lapangan. (tan/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Berita Terpopuler: Detik-Detik OTT KPK di Emeralda Golf Depok Terungkap, Deal Pimpinan PN Depok dan Karabha Digdaya Terbongkar
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga




