Parkir Liar dan Pedagang Penuhi Trotoar Bikin Pengunjung Glodok Tak Nyaman

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepadatan pengunjung di Glodok Pancoran hingga Jalan Pintu Kecil, Taman Sari, Jakarta Barat, menjadi sumber keluhan bagi wisatawan.

Mereka mengeluhkan keberadaan pedagang kaki lima yang menempati trotoar dan parkir liar yang mempersempit ruang lalu lintas.

Reynald (27), karyawan swasta asal Bekasi, mengaku datang ke Glodok untuk mencari perlengkapan Imlek sekaligus berburu kuliner khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Meski kawasan ramai menjadi daya tarik, Reynald mengaku penataan yang kurang rapi membuat pengalaman berkunjung kurang nyaman.

“Kalau soal suasana sih hidup banget, tapi kelihatan semrawut, terutama karena pedagang dan parkir campur di badan jalan,” kata Reynald saat ditemui Kompas.com di Glodok, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Potret Semrawutnya Glodok Pancoran, Penuh Sesak PKL dan Parkir Liar

Ia juga menyoroti sampah berserakan di beberapa titik trotoar dan pinggir jalan, serta parkir liar yang menjadi penyebab kemacetan.

“Banyak kendaraan berhenti sembarangan buat belanja atau nunggu, akhirnya jalan jadi sempit dan macet,” ujar dia.

Kondisi trotoar yang dipenuhi pedagang membuat pejalan kaki harus turun ke jalan, sehingga menimbulkan risiko kecelakaan.

Reynald berharap pemerintah dapat menata Glodok tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi yang sudah ada.

“Harapannya ditata lebih rapi, parkirnya diatur, pedagang tetap bisa jualan tapi ada zonanya supaya pengunjung juga nyaman,” tutur dia.

Sementara itu, Hanifa (21), mahasiswa asal Jakarta Barat, datang untuk kulineran dan menikmati suasana Pecinan.

“Aku ke sini biasanya buat kulineran sama lihat suasana Chinatown yang memang beda dari tempat lain,” kata Hanifa.

Ia menyoroti kondisi kebersihan yang masih kurang dan parkir liar yang mempersempit jalan.

“Kadang harus jalan mepet kendaraan karena trotoarnya penuh, jadi kurang nyaman buat pejalan kaki,” ujar Hanifa.

Baca juga: Parkir Liar di Petak Sembilan Glodok, Pentil 32 Motor Dicabut

Hanifa berharap penataan dilakukan tanpa menghilangkan ciri khas Glodok sebagai pusat perdagangan dan wisata budaya.

Kondisi Glodok Pancoran yang semrawut

Saat Kompas.com menelusuri lokasi, pemandangan semrawut menyambut siapa pun yang melintasi kawasan Glodok Pancoran hingga Jalan Pintu Kecil pada Senin siang.

Arus lalu lintas nyaris lumpuh akibat percampuran aktivitas ekonomi yang tumpah ke badan jalan.

Gerbang besar bertuliskan "Kawasan Glodok Pancoran, Chinatown Jakarta" yang sedang direnovasi dan tertutup perancah besi seolah menjadi pintu masuk labirin kemacetan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Trotoar yang seharusnya hak pejalan kaki telah sepenuhnya beralih fungsi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BTN (BBTN) Raup Laba Rp 3,5 Triliun Tahun Buku 2025, Naik 16,4% Apa Penopangnya?
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Trump Menentang Rencana Aneksasi Tepi Barat
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemendikdasmen Gandeng McGill University dan Terapkan Konsep Green Meeting
• 7 jam laludisway.id
thumb
MUI Minta Pemerintah Hati-hati Soal Rencana Pengiriman Tentara ke Gaza
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Ingat ya, Hotel Sultan Masih Bisa Beroperasi, Bukan Ditutup
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.