Istana menyoroti khusus marak jalan berlubang di sejumlah daerah yang memakan korban jiwa. Terbaru, Ardhi Suryaputra, seorang pelajar harus meregang nyawa akibat jalan berlubang di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah prihatin dengan marak jalan berlubang dan memakan korban jiwa. Istana sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar masalah jalan berlubang ini segera dibenahi.
"Tadi Menteri Perhubungan sudah menyampaikan kita terus-menerus berkoordinasi untuk memastikan kelanyakan jalan-jalan yang sekarang dengan musim hujan ini banyak juga yang terjadi lubang bahkan di beberapa tempat sempat jatuh korban kami pemerintah tentu sangat prihatin," kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (10/2).
Prasetyo mengatakan, masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena sangat fatal.
"Saya terus hampir setiap hari mengingatkan untuk kita pada seluruh jajaran memperhatikan hal-hal yang kecil seperti ini tapi berisiko fatal," kata Prasetyo.
Prasetyo mengatakan, penanganan jalan berlubang juga berkaitan dengan persiapan pelayanan mudik Lebaran. Sebab, saat ini, banyak bermunculan jalan berlubang di berbagai ruas tol termasuk di jalan arteri.
Politikus Gerindra ini menuturkan, Presiden Prabowo Subianto terus menekankan kepada seluruh jajarannya untuk mengutamakan kepentingan rakyat.
Dana dari efisiensi anggaran bisa digunakan untuk membantu rakyat salah satunya memperbaiki jalanan yang rusak hingga berlubang.
"Kalau bicara dari sisi kemampuan fiskal itulah yang selalu ditekan oleh Bapak Presiden untuk orientasi fiskal kita untuk membantu kepentingan masyarakat maka kemudian kepada kita semua KL bahkan sampai hari ini tidak henti-hentinya menekankan supaya kita melakukan efisiensi," kata Prasetyo.
"Dalam tanda kutip ya pemaknaannya jangan disalahartikan lagi adalah mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang berdampak untuk bisa direalokasi kepada kegiatan-kegiatan yang jauh lebih berdampak dan khususnya membantu meringankan beban masyarakat," tutur dia.





