JAKARTA, KOMPAS – Di tengah dukungan sejumlah partai bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS dan Partai Nasdem masih belum menentukan sikapnya dalam Pemilihan Presiden 2029. Kedua partai menyatakan kontestasi tersebut masih dibicarakan secara internal dan belum dihasilkan keputusan dukungan.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menyatakan, pihaknya masih belum membahas terkait posisi mereka dalam Pilpres 2029 di tengah dukungan sejumlah partai koalisi pemerintahan terhadap Prabowo. Alasannya, Majelis Syuro PKS belum menentukan sikap, bahkan belum membahas Pilpres berikutnya.
“Jadi, kami sebagai mandataris dari Majelis Syuro PKS, kami menjalankan mandat dari Majelis Syuro. Sedangkan, sampai saat ini Musyawarah Majelis Syuro belum pernah melakukan pembahasan terkait Pilpres 2029,” ujar Kholid di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Sebelumnya, dukungan terhadap Presiden Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinan dua periode muncul dari sejumlah partai pendukung koalisi pemerintah. Selain PKB, ada juga Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar.
Yang kami tekankan di sini adalah bagaimana yang terpenting adalah Presiden Prabowo Subianto pemerintahannya sukses hingga akhir masa jabatan.
PKS, lanjut Kholid, menghormati partai lainnya dalam menentukan sikap. Dia juga tidak ingin menilai hal tersebut terburu-buru atau tidak, karena menganggap setiap partai memiliki mekanisme masing-masing.
“Setiap partai punya mekanisme internal masing-masing, dan kami juga memiliki proses di dalam juga. Kan, ini bukan cepet-cepetan, jadi kami akan ikuti proses internal organisasi, kami jalankan sesuai AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga),” papar Kholid.
Kholid menilai approval rating atau tingkat penerimaan publik kepada Prabowo yang tinggi sebagai alasan untuk mendukung secara penuh pemerintahannya hingga akhir periode. Dia mengingatkan, mandat dari Majelis Syuro adalah PKS berkomitmen penuh mendukung keberhasilan Prabowo hingga 2029.
Sebelumnya, Survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu (8/2/2026) menunjukkan tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 79,9 persen; terdiri dari 13 persen sangat puas dan 66,9 persen cukup puas. Sebanyak 17,1 persen responden menyatakan kurang puas; 2,2 persen tidak puas; dan 0,8 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Survei dilakukan pada 15-21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia melalui wawancara tatap muka, dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Indikator mencatat, tingkat kepuasan ini lebih tinggi dibanding awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.
Kepuasan publik antara lain ditopang persepsi keseriusan pemberantasan korupsi, program kerja, bantuan sosial, sikap tegas kepemimpinan, serta program Makan Bergizi Gratis. Sementara itu, responden yang tidak puas menyoroti bantuan yang dinilai tidak merata, belum terlihatnya kinerja nyata, pelaksanaan program yang belum optimal, serta persoalan ekonomi dan lapangan kerja.
“Kami sebagai koalisi tentu senang dengan approval rating Presiden Prabowo yang cukup tinggi. Artinya, kepuasan publik juga sangat baik. Yang kami tekankan di sini adalah bagaimana yang terpenting adalah Presiden Prabowo Subianto pemerintahannya sukses hingga akhir masa jabatan,” ujar Kholid.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa mengatakan, wajar jika sejumlah partai sudah mengusulkan Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode. Apalagi, tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo dalam survei terbaru disebut hampir mencapai 80 persen.
Menurut Saan, Nasdem tidak mempersoalkan manuver sejumlah partai yang mulai memasangkan Prabowo untuk Pilpres 2029, seperti PAN yang mengusulkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai calon wakil presiden. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Prabowo.
“Kalau partai mengusulkan itu, kan, urusan internal partai masing-masing. Wajar saja, biasa saja. Tapi nanti tergantung kepada Pak Prabowo sendiri. Itu kami hormati dan kami hargai,” kata Saan.
Ia menegaskan, hingga kini Nasdem belum memutuskan sikap terkait Pilpres 2029 dan masih akan membahasnya secara internal. “Nasdem akan bicarakan di internal,” ujar Saan.
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, Nasdem saat ini fokus menyukseskan pemerintahan Prabowo hingga 2029. Saan menyebut Nasdem merasa berkepentingan untuk memastikan periode pemerintahan Prabowo berjalan sukses dan seluruh agenda serta kebijakan prioritas dapat terealisasi dengan baik.
“Nasdem berada pada posisi mendukung sepenuhnya pemerintahan Pak Prabowo sampai akhir masa jabatannya. Soal lainnya nanti kita ikuti perkembangannya. Sekarang Nasdem fokus bertanggung jawab menyukseskan Pak Prabowo,” kata Saan.





