Gedung Putih tegaskan Trump menentang aneksasi Tepi Barat oleh Israel

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Seorang pejabat Gedung Putih pada Senin (9/2) menegaskan kembali bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap menentang aneksasi Tepi Barat oleh Israel, dua hari menjelang rencana kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington.

"Tepi Barat yang stabil membuat Israel tetap aman dan sejalan dengan tujuan pemerintahan ini untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut," ujar pejabat itu, seperti dikutip Reuters.

Trump telah berulang kali mengatakan dirinya tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat, yang dipandang sebagai "garis merah" bagi para pemimpin Arab dan merupakan elemen kunci dari kesepakatan damai rancangan AS yang mengakhiri konflik Israel-Palestina tahun lalu.

"Saya tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat. Saya tidak akan mengizinkannya. Itu tidak akan terjadi," ujar Trump kepada awak media di Gedung Putih pada September.

Namun, laporan itu tidak menyebutkan Trump akan menghalangi semua perluasan permukiman, melainkan bahwa dia menentang aneksasi resmi wilayah itu.

Trump diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dengan Netanyahu mengenai Iran di Gedung Putih pada Rabu (11/2), menurut pernyataan singkat dari kantor Netanyahu. Kedua pemimpin tersebut terakhir kali bertemu pada Desember.

Kabinet keamanan Israel pada Minggu (8/2) menyetujui keputusan untuk memperdalam kendali atas Tepi Barat dan memperluas permukiman Yahudi di sana, yang memicu kecaman luas.

Para menteri luar negeri dari delapan negara Arab dan Muslim pada Senin mengecam keras keputusan "ilegal" Israel yang bertujuan untuk memperkuat aktivitas permukiman. Kemudian, Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyuarakan kecaman atas langkah Israel itu, menyebutnya sebagai "langkah lain ke arah yang salah" dan "tidak memiliki keabsahan hukum."

Israel merebut Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza dalam Perang Timur Tengah 1967, area-area yang secara luas diakui sebagai basis negara Palestina di bawah solusi dua negara.





Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Pastikan Warga Terdampak Penonaktifan BPJS PBI Tetap Bisa Akses Layanan Kesehatan Gratis
• 7 jam laludisway.id
thumb
Mensesneg Prasetyo Umumkan Diskon Mudik Lebaran 2026
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Sidang Putusan Gugatan Praperadilan Richard Lee Digelar Rabu
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin: Rakor PAD 2026 Bukan Seremonial, Targetkan Realisasi Nyata
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Side Hustle Kecil-Kecilan teman kumparan Gen Z untuk Nambah Duit Jajan
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.