Eks Kantor Kedubes Inggris Bakal Dibangun Gedung MUI, Warga Minta Ada Sosialisasi

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga meminta agar rencana pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) di lahan bekas Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jalan MH Thamrin Nomor 75, Menteng, Jakarta Pusat, disosialisasikan terlebih dahulu.

Pasalnya, lokasi tersebut berada di area Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus jalur lalu lintas padat di Ibu Kota.

"Yang penting bisa ada sosialisasi dulu ya. Apalagi di kawasan Bundaran HI ini kan ada atau enggak ada pembangunan saja memang sudah padat sekali lalu lintas setiap hari," ujar Wulan (36), warga Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat dijumpai Kompas.com di Menteng, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Menengok Bekas Kantor Kedubes Inggris yang Akan Dibangun Gedung MUI 40 Lantai

"Mungkin bisa disesuaikan waktunya. Jangan dikerjakan saat pagi atau siang hari. Kalau bisa malam hari saja," tutur Wulan.

Sebagai warga sekitar, Wulan mengetahui keberadaan gedung bekas Kedubes Inggris yang terletak di seberang Bundaran HI.

Ia menilai bangunan tersebut sudah lama kosong dan kurang terawat. Karena itu, menurut dia, alih fungsi bangunan menjadi fasilitas yang bermanfaat merupakan langkah positif.

"Kalau mau dijadikan bangunan bermanfaat tentu bagus. Selama ini kan kalau lewat sini terlihat bangunannya tidak terawat ya, di antara gedung-gedung megah di Bundaran HI," kata Wulan.

Warga lainnya, Maulana (30), berharap pembangunan Gedung MUI nantinya dipersiapkan secara matang.

Ia menilai, saat ini sudah banyak proyek pembangunan yang berlangsung di Jalan MH Thamrin dan sekitarnya yang kerap memicu kemacetan.

Terlebih, area Bundaran HI merupakan salah satu titik penting pelintasan lalu lintas di jalan protokol Jakarta.

Baca juga: Kantor Badan Umat Islam Bakal Dibangun di Eks Kedubes Inggris, Dekat Bundaran HI

"Yang penting itu, persiapannya direncanakan dengan baik. Karena yang saya dengar kan mau dibangun 40 lantai. Pasti memakan waktu yang lama," kata Maulana, Selasa.

"Selain itu harus sosialisasi dulu karena lokasinya di jalan protokol. Proyek MRT saja belum selesai-selesai. Kalau ditambah pembangunan baru, tentu lalu lintas harus diatur lagi," sambungnya.

Di sisi lain, Maulana menilai pembangunan Gedung MUI merupakan ide yang baik.

Menurut dia, area Bundaran HI selama ini didominasi pusat bisnis dan kantor lembaga asing. Ia berharap kehadiran Gedung MUI dapat menjadi warna baru di wilayah tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Biar lebih beragam saja, ada lembaga pemerintah di sini selain kantor pos polisi ya. Saya harap nantinya bukan cuma buat Gedung MUI atau lembaga Islam saja, kalau bisa terintegrasi dengan kantor keagamaan lainnya," tambahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sambut Lebaran, Pemerintah Gulirkan Bansos Beras–Minyak untuk 35 Juta Keluarga Miskin
• 1 jam laludisway.id
thumb
Polri Gelar Rapim di TMII, Dihadiri PJU dan Kapolda
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
BNI (BBNI) Perkuat Ketahanan Pasar Modal Hadapi Ancaman Siber
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Usaha Kain Kafan di Pasar Tradisional, Bisa Raup hingga Rp 10 Juta per Bulan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Tangani Konflik Papua, Pemerintah Diminta Hentikan Pendekatan Keamanan
• 13 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.