Tidak seperti orang dewasa yang mampu fokus pada satu hal dalam waktu lama, anak-anak gampang banget terdistraksi. Ini karena rentang perhatian (attention span) anak kecil memang singkat.
Merujuk pada CNLD Neuropsychology, anak berusia 4 tahun umumnya hanya bisa fokus ke satu hal selama 8-12 menit. Di bawah usia 4 tahun, durasi fokusnya makin pendek lagi. Ini menjelaskan mengapa balita selalu punya “proyek” berbeda setiap beberapa menit.
Proyek-proyek si kecil itu nggak jarang bikin orang tua kehilangan kesabaran. Namun, marah pada anak bukanlah solusi untuk menghadapi situasi tersebut.
Nah, teman kumparanMOM punya beberapa cara jitu menghadapi anak yang susah fokus tanpa harus marah-marah. Yuk, cari tahu trik mereka di bawah ini.
Cara teman kumparanMOM Mengatasi Anak Susah Fokusteman kumparanMOM Arieza Marsella (35) menceritakan bahwa anaknya sangat susah fokus, terutama di waktu makan. “Mereka cuma fokus makan sekitar 10 menit aja, sisanya udah lari-larian,” ungkapnya.
Pada situasi ini, Mom Arieza lebih memilih untuk membiarkan buah hatinya melakukan hal yang diinginkannya sampai bosan. Setelah itu, dia akan kembali mengarahkan sang anak untuk duduk dan makan hingga tuntas. Trik sederhana ini terbukti efektif dalam pola pengasuhan anak Mom Arieza.
Di sisi lain, Mom Lenny Septya (37) mengandalkan komunikasi untuk menjaga fokus buah hatinya. Dia mengungkapkan lebih suka mengobrol dengan anak terkait konsekuensi apabila tidak fokus mengerjakan sesuatu.
Menurutnya, membicarakan konsekuensi dari setiap tindakan akan membuat mereka lebih bertanggung jawab dan berpikir sebelum bertindak.
“Daripada saya meninggikan suara dan nantinya malah gak didengar, lebih baik bicara santai sambil berbisik di dekatnya,” ucap Mom Lenny, “Contohnya, ‘mainnya sudah dulu ya, waktunya makan siang, kalau tidak makan nanti bisa lemas karena tidak ada tenaganya’.”
Metode komunikasi juga dilakukan Mom Gretta Anasthasia S (34). Ketika anaknya mulai menunjukkan tanda-tanda tidak fokus saat melakukan sesuatu, ia akan mengajak anaknya ngobrol berdua.
Kalau metode ngobrol nggak berhasil, trik kedua pun dilakukan, yaitu mengajak anak main bareng dalam waktu singkat. Setelah itu, anak diarahkan untuk kembali fokus pada kegiatan awal.
Menurut Mom Gretta, kedua cara itu efektif untuk membantu fokus anaknya bertambah. “Walaupun tidak banyak (berubah), tapi untuk waktu fokus dia lebih bertambah,” ucapnya.
Di lain pihak, Mom Rahma Putri (35) menggunakan iming-iming reward untuk mendorong anaknya fokus melakukan sesuatu, terutama soal belajar. Ketika anaknya selesai belajar, ia akan menghadiahkan waktu bermain hp selama 15-30 menit sebelum tidur.
“Kalau tidak belajar, reward main hp 15-30 menit sebelum tidur tidak dikasih,” kata Mom Rahma.
Bentuk reward lain yang dipilih Mom Rahma adalah nonton tv atau bermain. Cara ini efektif untuk membuat buah hatinya fokus melakukan tugasnya, seperti belajar, makan, dan sejenisnya.
Yuk berbagi pengalaman bersama ribuan ibu lainnya di komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom2





