Rektor UGM, Ova Emilia, menyorot Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang kerap merekomendasikan suatu program studi ditutup karena mahasiswanya sedikit.
Menurutnya, sedikitnya mahasiswa tak perlu menjadi alasan untuk sebuah prodi ditutup karena bisa jadi prodi itu penting untuk menghasilkan SDM dengan kemampuan tertentu.
“Dan bahkan BAN-PT ini ada yang lucu lagi ya, jadi misalnya ada prodi-prodinya yang mahasiswanya itu hanya sedikit, ‘itu tutup aja itu nggak laku’ gitu ya, padahal itu adalah prodi-prodi yang penting dan diharuskan ada,” ucap Ova dalam rapat bersama Komisi X DPR, Selasa (10/2).
Ia pun mencontohkan prodi spesialis jiwa yang kerap memiliki sedikit mahasiswa. Menurutnya, kompetensi dari SDM yang lahir dari prodi itu penting dimiliki Indonesia.
“Misalnya, prodi spesialis itu, jiwa, cuma nerima misalnya empat gitu ya. Kok cuma empat? Ya memang sedikit gitu ya,” tutur Ovi.
“Tapi artinya kalau kayak gitu, jadi aturan-aturan itu mestinya jangan dibuat, apa ya, lebih fleksibel lah, tergantung konteksnya,” tambahnya.
Ovi pun mendorong agar universitas lebih memperkaya prodi yang mereka miliki agar kemampuan manusia di Indonesia lebih beragam.
“Beberapa universitas, mungkin yang sudah mature, dia memang harus lebih banyak pascanya (pascasarjana), karena universitas di Indonesia ini kan ada 4.600 sekian, jadi saya kira jangan semuanya mempunyai misi yang sama,” tutur Ovi.





