Jakarta, ERANASIONAL.COM – Sejak pertama kali hadir di Indonesia lebih dari setengah abad lalu, Astra Honda Motor (AHM) telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Sepeda motor Honda bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol mobilitas, produktivitas, dan gaya hidup. Kini, di usia ke-55 tahun, AHM menatap pencapaian monumental dengan produksi 100 juta unit sepeda motor di Tanah Air.
Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM, Thomas Wijaya, menyampaikan optimisme tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026). “Kami sudah 55 tahun di Indonesia dan harapannya pada tahun ini akan memasuki angka produksi 100 juta unit,” ujarnya.
Menurut Thomas, capaian ini hadir di tengah kondisi pasar roda dua nasional yang tetap tangguh meski pertumbuhannya moderat. Sepeda motor masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Data menunjukkan bahwa pasar sepeda motor nasional pada 2025 meningkat sekitar 1 persen, dari 6,33 juta unit menjadi 6,41 juta unit. Di tengah kondisi tersebut, AHM berhasil membukukan penjualan positif. Sepanjang 2025, penjualan sepeda motor Honda mencapai 4,978 juta unit, naik sekitar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kontribusi Honda terhadap total pasar roda dua nasional pun mencapai sekitar 78 persen, menegaskan dominasi merek ini sekaligus tingkat kepercayaan konsumen yang sangat kuat.
Memasuki 2026, AHM memproyeksikan pasar sepeda motor nasional akan stabil di kisaran 6,4 juta unit, dengan potensi pertumbuhan hingga 6,7 juta unit. Optimisme ini didorong oleh sejumlah faktor, antara lain pertumbuhan sektor manufaktur dan jasa, stabilitas komoditas, serta keberlanjutan program pemerintah yang mendukung segmen entry level. Dengan kondisi tersebut, AHM yakin pasar roda dua tetap resilien dan mampu menopang pencapaian target besar mereka.
Untuk mendukung target produksi 100 juta unit, AHM melakukan ekspansi kapasitas manufaktur. Perusahaan menargetkan penyelesaian pembangunan fasilitas baru di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Fasilitas tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan segmen sepeda motor otomatis atau skuter matik.
“Kami akan memenuhi kebutuhan segmen skuter matik karena di Indonesia kontribusi pengguna sepeda motor matik atau skuter sudah sekitar 93 persen. Kami melihat perlunya menjaga keseimbangan antara suplai dan kebutuhan pasar, sehingga perlu membangun kapasitas produksi baru,” jelas Thomas.
Dominasi skuter matik di pasar Indonesia memang tidak bisa dipungkiri. Dengan kemudahan penggunaan, efisiensi bahan bakar, dan desain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban, skuter matik menjadi pilihan utama konsumen. AHM melihat tren ini sebagai peluang besar untuk memperkuat posisinya sekaligus memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.
Kehadiran fasilitas baru di Deltamas diharapkan mampu menjaga ketersediaan produk dan mempercepat pencapaian target produksi.
Selain ekspansi manufaktur, AHM juga terus berinovasi dalam menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Fokus pada kualitas, efisiensi, dan teknologi ramah lingkungan menjadi bagian dari strategi perusahaan. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, AHM juga menyiapkan langkah menuju era elektrifikasi. Meski pasar sepeda motor listrik masih dalam tahap awal, AHM melihat potensi besar di masa depan dan berkomitmen untuk ikut berkontribusi.
Capaian 100 juta unit produksi bukan hanya angka, tetapi juga simbol perjalanan panjang AHM di Indonesia. Sejak awal berdiri, perusahaan ini telah menjadi bagian dari transformasi mobilitas masyarakat. Dari generasi ke generasi, sepeda motor Honda hadir sebagai sahabat perjalanan, mendukung produktivitas, dan menjadi bagian dari cerita kehidupan jutaan orang. Dengan pencapaian ini, AHM menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat Indonesia.
Ke depan, tantangan tentu tidak ringan. Persaingan di industri otomotif semakin ketat, dengan hadirnya berbagai merek baru dan tren teknologi yang terus berkembang. Namun, dengan pengalaman panjang, jaringan distribusi yang luas, serta kepercayaan konsumen yang kuat, AHM optimistis mampu menghadapi tantangan tersebut.
Target 100 juta unit produksi menjadi bukti nyata bahwa perusahaan ini tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang.
Dengan genap 55 tahun perjalanan, Astra Honda Motor menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar roda dua di Indonesia. Pencapaian 100 juta unit produksi akan menjadi tonggak sejarah baru, sekaligus motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi mobilitas masyarakat. Lebih dari sekadar angka, pencapaian ini adalah wujud komitmen AHM untuk selalu hadir mendukung perjalanan bangsa.





