Jakarta: Harga sebuah lukisan dapat melampaui nilai estetika semata. Di pasar seni global, karya-karya tertentu diperlakukan sebagai aset prestisius bernilai ratusan juta dolar AS, diperebutkan oleh kolektor kelas dunia, negara, hingga lembaga budaya.
Rekor penjualan lukisan termahal tidak hanya mencerminkan kualitas artistik, tetapi juga sejarah kepemilikan, kelangkaan karya, serta reputasi sang seniman. Melansir Veranda, berikut tujuh lukisan termahal di dunia berdasarkan nilai transaksi penjualannya.
1. Salvator Mundi – Leonardo da Vinci
Sumber: Wikimedia Commons.
Lukisan Salvator Mundi terjual dengan harga sekitar 450 juta dolar AS (sekitar Rp7,56 triliun) dalam lelang Christie’s pada 2017 kepada pembeli anonim. The New York Times melaporkan pembelian tersebut dilakukan atas nama Pangeran Saudi, Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud. Setelah transaksi itu, kepemilikan lukisan ini berada di bawah Kementerian Kebudayaan Arab Saudi.
Salvator Mundi, yang berarti “Juru Selamat Dunia”, tidak hanya dikenal sebagai lukisan termahal di dunia, tetapi juga sebagai salah satu karya paling kontroversial dalam sejarah seni rupa.
Sejumlah sejarawan seni meragukan bahwa seluruh bagian lukisan ini sepenuhnya dikerjakan oleh Leonardo da Vinci, dengan alasan komposisi visualnya dinilai tidak sepenuhnya konsisten dengan gaya khas sang maestro.
Analisis yang dilakukan Louvre pada 2018 menyimpulkan bahwa lukisan ini berkembang secara bertahap, dengan Leonardo diyakini menambahkan bagian tangan dan lengan pada tahap akhir pengerjaan. Perdebatan mengenai atribusi tersebut hingga kini masih berlangsung, meski tidak mengurangi nilai jual Salvator Mundi di pasar seni global.
2. Interchange – Willem de Kooning
Sumber: Andrew Cho/Wikimedia Commons.
Interchange terjual dengan harga sekitar 300 juta dolar AS (sekitar Rp5,04 triliun) pada September 2015. Lukisan ini dibeli oleh Kenneth C. Griffin dari David Geffen Foundation dalam sebuah transaksi privat. Nilai penjualan tersebut menjadikan Interchange sebagai salah satu lukisan abstrak termahal yang pernah berpindah tangan.
Sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan aliran abstrak ekspresionisme, Willem de Kooning menempati posisi sentral dalam sejarah seni modern Amerika Serikat. Interchange merepresentasikan pergeseran gaya de Kooning, dari fokus pada figur perempuan menuju lanskap urban yang lebih abstrak.
Dalam karya ini, pusat warna merah muda menjadi elemen dominan yang disebut merepresentasikan sosok perempuan yang berbaring di tengah latar belakang yang padat dan dinamis. Karakter gestural dan lapisan warna yang kuat membuat Interchange dipandang sebagai karya kunci dalam perjalanan artistik de Kooning.
3. The Card Players – Paul Cézanne
Sumber: Wikimedia Commons.
Salah satu versi The Card Players karya Paul Cézanne terjual sekitar 250 juta dolar AS (sekitar Rp4,20 triliun) pada 2011 dan dibeli oleh keluarga kerajaan Qatar. Lukisan ini merupakan bagian dari seri lima karya yang dibuat Cézanne pada dekade 1890-an.
Dalam The Card Players, Cézanne menggambarkan para pekerja yang tengah bermain kartu dengan suasana tenang dan minim dramatika. Pendekatan ini berbeda dari karya Cézanne sebelumnya yang cenderung lebih berwarna dan ekspresif.
Sebagian besar lukisan dalam seri The Card Players kini disimpan di museum-museum besar dunia. Versi yang terjual ke Qatar tersebut menjadi satu-satunya yang berada di luar koleksi publik, sekaligus salah satu transaksi seni paling mahal pada masanya.
4. Portrait of Elisabeth Lederer – Gustav Klimt
Sumber: Wikimedia Commons.
Portrait of Elisabeth Lederer terjual dengan harga sekitar 236,4 juta dolar AS (sekitar Rp3,97 triliun) dalam lelang Sotheby’s pada 18 November 2025. Lukisan ini menjadi penjualan lelang termahal untuk karya seni modern dan rekor tertinggi yang pernah dicapai Sotheby’s.
Lukisan ini menggambarkan Elisabeth Lederer, putri dari kolektor seni Wina, August dan Serena Lederer, yang dikenal sebagai salah satu patron utama Gustav Klimt. Lukisan setinggi hampir dua meter tersebut dikerjakan Gustav Klimt selama tiga tahun, dari 1914 hingga 1916.
Sebelum dilelang, Portrait of Elisabeth Lederer merupakan bagian dari koleksi Leonard Lauder. Ciri khas gaya Klimt tampak kuat dalam penggunaan detail visual dan pendekatan dekoratif yang menjadi identitas seniman Austria tersebut.
Baca Juga:
Lukisan Paling Terkenal di Dunia 5. Nafea Faa Ipoipo? – Paul Gauguin
Wikimedia Commons
Nafea Faa Ipoipo?, yang berarti “Kapan Kamu akan Menikah?”, merupakan salah satu lukisan awal Paul Gauguin setelah kunjungan pertamanya ke Tahiti pada 1891. Karya ini menampilkan seorang perempuan muda Tahiti dengan bunga putih di rambutnya, yang dalam budaya setempat menandakan kesiapan untuk menikah, serta sosok perempuan yang lebih tua di belakangnya.
Pada awalnya, lukisan ini dilaporkan terjual dengan nilai 300 juta dolar AS (sekitar Rp5,04 triliun) kepada pembeli dari Qatar. Namun, dokumen gugatan hukum pada 2017 mengungkapkan bahwa harga transaksi sebenarnya adalah sekitar 210 juta dolar AS (sekitar Rp3,53 triliun).
Meski nilainya direvisi, Nafea Faa Ipoipo? tetap tercatat sebagai salah satu lukisan termahal di dunia dan menjadi karya Gauguin yang paling dikenal secara internasional.
6. Number 17A – Jackson Pollock
Sumber: Wikimedia Commons.
Number 17A terjual dengan harga sekitar 200 juta dolar AS (sekitar Rp3,36 triliun) pada 2015. Lukisan ini dibeli oleh Kenneth C. Griffin dari David Geffen Foundation, menjadikannya salah satu karya Jackson Pollock dengan nilai transaksi tertinggi.
Jackson Pollock dikenal sebagai tokoh utama aliran abstrak ekspresionisme melalui teknik drip painting, yakni menuangkan dan meneteskan cat ke atas kanvas yang diletakkan di lantai. Teknik ini menekankan gerak dan ekspresi sebagai bagian dari proses kreatif.
Number 17A merupakan salah satu karya awal Pollock yang menampilkan teknik tersebut. Komposisi abstraknya dipenuhi lapisan warna yang saling bertumpuk, mencerminkan pendekatan eksperimental yang kemudian mengukuhkan reputasi Pollock di dunia seni modern.
7. The Standard-Bearer – Rembrandt
Sumber: Wikimedia Commons.
The Standard-Bearer terjual dengan nilai sekitar 198 juta dolar AS (sekitar Rp3,33 triliun) atau setara €175 juta (sekitar Rp3,49 triliun) pada 2022. Lukisan ini dibeli oleh pemerintah Belanda dari keluarga Rothschild untuk dimasukkan ke dalam koleksi nasional.
Karya yang dibuat pada 1636 ini merupakan potret diri Rembrandt pada fase awal kariernya sebagai pelukis terkemuka Zaman Keemasan Belanda. Lukisan tersebut pernah dimiliki oleh Raja George IV dari Inggris sebelum akhirnya berpindah ke keluarga Rothschild pada 1844.
Setelah pembelian oleh pemerintah Belanda, The Standard-Bearer dipamerkan secara khusus di berbagai museum di seluruh negeri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses publik terhadap salah satu karya terpenting dari Zaman Keemasan Belanda.




