Jejak Pelatih Amerika Serikat Di Piala Dunia

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Chicago

Mauricio Pochettino membawa harapan baru bagi tim nasional AS di panggung global 2026.

Ketika Mauricio Pochettino melangkah ke pinggir lapangan pada laga pembuka Piala Dunia FIFA 2026 mendatang, ia akan tercatat sebagai pria ketujuh yang menakhodai tim nasional Amerika Serikat (USMNT) di putaran final sejak era modern 1990.

Penunjukan mantan manajer Tottenham Hotspur dan PSG ini menandai babak baru bagi sepak bola Paman Sam. 

Mengutip ulasan resmi FIFA mengenai sejarah kepelatihan Amerika Serikat, perjalanan tim ini sejak Italia 1990 merupakan rangkaian dinamika yang penuh dengan lonjakan prestasi maupun kegagalan dramatis.

Dari Gansler hingga Milutinovic

Kebangkitan Amerika Serikat di kancah dunia dimulai di bawah arahan Bob Gansler pada Piala Dunia 1990. 

Meskipun menderita tiga kekalahan beruntun, Gansler berjasil mengakhiri penantian 40 tahun AS untuk kembali ke panggung global. Semangat yang ia tanamkan menjadi fondasi bagi kesuksesan empat tahun berikutnya.

Pada 1994, saat menjadi tuan rumah, Federasi Sepak Bola AS (US Soccer) menunjuk Bora Milutinovic. 

Tangan dingin pria kelahiran Yugoslavia ini berhasil mengubah sekumpulan pemain muda menjadi sensasi nasional. Puncaknya adalah kemenangan bersejarah 2-1 atas Kolombia yang membawa mereka ke babak 16 besar, sebelum akhirnya menyerah tipis dari Brasil.

Era Modern dan Tantangan Konsistensi

Setelah periode sulit di bawah Steve Sampson pada 1998, Amerika Serikat menemukan stabilitas melalui Bruce Arena. 

Hingga saat ini, Arena tetap menjadi satu-satunya pelatih yang memimpin AS di dua edisi Piala Dunia (2002 dan 2006). Pencapaian terbaiknya terjadi di Korea-Jepang 2002, di mana ia membawa tim hingga babak perempat final setelah menumbangkan rival abadi, Meksiko.

Estafet kepemimpinan berlanjut kepada sejumlah nama besar lainnya:

Bob Bradley (2010): Dikenal melalui gol dramatis Landon Donovan melawan Aljazair yang membawa AS memuncaki grup di Afrika Selatan.

  • Jurgen Klinsmann (2014): Sang legenda Jerman yang memberikan dimensi taktis baru dan berhasil membawa AS lolos dari grup maut di Brasil.
  • Gregg Berhalter (2022): Setelah kegagalan memilukan untuk lolos ke Rusia 2018, Berhalter memimpin generasi muda berbakat hingga babak 16 besar di Qatar.

Tugas Berat Menanti Pochettino

Kini, Pochettino memikul tanggung jawab besar untuk melampaui capaian para pendahulunya. Dengan status tuan rumah bersama pada 2026, ekspektasi publik berada pada titik tertinggi. 

FIFA mencatat bahwa tantangan utama sang pelatih adalah mengintegrasikan talenta individu ke dalam kolektivitas tim yang mampu bersaing dengan raksasa dunia.

Pochettino mewarisi skuad yang lebih berpengalaman di kompetisi Eropa dibandingkan era Milutinovic atau Arena. Namun, sejarah menunjukkan bahwa di Piala Dunia, reputasi di atas kertas sering kali tidak menjamin kemenangan tanpa strategi yang tepat di lapangan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PBI JK Dinonaktifkan, Dinkes: Jangan Panik, Layanan Kesehatan Gratis Bisa Didapat Sesuai Ketentuan Berlaku
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Anggota DPR Soroti Pembaruan DTSEN Justru Pertaruhkan Nyawa Pasien BPJS PBI
• 2 jam lalukompas.com
thumb
TNI AL Amankan Kapal Nikel di Sulawesi
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Canda Pramono Ogah Masuk Gorong-Gorong: Nanti Wartawan Malah Kaget | BERUT
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Tips Sederhana Memilih Melon yang Matang Sempurna, Cek Warna dan Permukaan Kulit
• 1 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.