Jakarta: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menyebutkan program cek kesehatan gratis (CKG) kepada pelajar dapat membangun kesadaran untuk menjalankan pola hidup sehat dan jauh dari ancaman penyakit.
“CKG ini program awal dan bagaimana tindak lanjutnya, bagaimana pola hidup sehat terbangun dan kesadaran akan pentingnya kesehatan,” kata Veronica saat meninjau pelaksanaan CKG di sekolah yang ada di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dilansir dari Antara, Selasa, 10 Februari 2026.
Melalui program CKG ini dapat diketahui pola makan anak dan bagaimana pemenuhan pola gizi. “Apa makanan mereka dan berapa berat badan, terjadi konsultasi dan membangun kesadaran untuk hidup sehat,” kata dia.
Mereka sadar untuk menjaga kadar gula dalam minuman mereka, kadar garam yang terlalu banyak di makanan yang berpotensi menimbulkan penyakit.
“Jadi terbangun kesadaran bersama untuk sehat karena memeriksa ini lebih baik daripada mengobati,” kata dia.
Khusus untuk perempuan, banyak kasus kanker serviks yang terjadi, sehingga ini menjadi perhatian khusus dengan memberikan imunisasi HPV kepada siswi yang berusia 13 tahun ke atas.
“Ini tentu menjadi fokus kita dan melalui cek kesehatan ini menjadi deteksi dini bagi pelajar akan kondisi kesehatan mereka,” kata dia.
Baca Juga: Pastikan Tetap Sehat, Menkes Harap Masyarakat Rutin Cek Kesehatan
Dokter memeriksa telinga pelajar Sekolah IPEKA Sunter, Jakarta Utara saat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Jakarta, Selasa (10/2/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menargetkan 130 juta warga mengikuti program CKG pada 2026. Jumlah itu lebih tinggi dari target 2025 sebanyak 70 juta orang.
“Alhamdulillah di tahun 2025, kami berhasil mencapai target sebanyak 70 juta orang memanfaatkan program prioritas Presiden Prabowo ini,” kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah.
Dia mengatakan pada hari ini, program CKG genap berumur satu tahun dan ada 70 juta warga Indonesia yang sudah menjalankan program tersebut. Sebanyak 25 juta orang di antaranya merupakan pelajar dari tingkat SD hingga SMA.
"Kami bersyukur 70 juta warga Indonesia memanfaatkan program ini," kata dia.




