Liputan6.com, Jakarta - Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengatakan, penguatan integrasi dan kesetaraan moda transportasi publik di Jakarta perlu dilakukan, mengingat masih ada ketimpangan akses antara warga.
Hal ini disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Transportasi Umum di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Advertisement
"Transportasi berkelanjutan dipandang sebagai instrumen penting untuk mewujudkan keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil," kata dia.
Pantas menegaskan, hal ini juga sejalan dengan dengan sikap politik PDIP dalam Rakernas I Januari 2026, yang menempatkan isu krisis ekologis, mitigasi bencana, dan keberlanjutan lingkungan sebagai agenda strategis.
Pasalnya, sampai saat ini, Jakarta masih dihadapi permasalahan serius dalam sistem transportasi umum. Pertumbuhan urbanisasi yang cepat, perluasan kawasan permukiman yang tidak selalu diiringi oleh penyediaan angkutan umum massal.
"Konsentrasi kegiatan ekonomi di pusat kota telah membentuk pola mobilitas yang tidak efisien, dan bergantung pada kendaraan pribadi. Ditambah keterbatasan cakupan, kapasitas, serta integrasi layanan angkutan umum, terutama di kawasan penyangga," ungkap Pantas.
Akibatnya, masih kata dia, terjadi ketimpangan akses mobilitas antara warga pusat kota dan masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah pinggiran yang bergantung pada moda informal dan perjalanan jarak jauh.
Pantas menegaskan, pengelolaan moda transportasi publik yang berkelanjutan, transparan, berkeadilan dan bebas korupsi menjadi harapan seluruh masyarakat DKI Jakarta.
Tidak hanya itu, kata dia, transportasi berkelanjutan harus menjamin hak mobilitas seluruh warga kota. Yakni memastikan akses yang aman dan terjangkau bagi perempuan, penyandang disabilitas, lansia dan kelompok rentan.




