Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi kasus penyiraman air keras terhadap seorang pelajar di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial.
Pramono meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terhadap pelaku. Menurutnya, tindakan kekerasan, apalagi yang membahayakan keselamatan pelajar, tidak bisa ditoleransi.
“Siapa pun yang melakukan tindakan itu, itu sudah tindakan kekerasan. Saya minta diambil tindakan tegas. Tidak ada kompromi untuk itu,”ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Februari 2026.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan dugaan aksi penyiraman air keras oleh tiga pelajar yang berboncengan terhadap pelajar lain. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat lalu di kawasan Cempaka Putih Barat.
Pihak kepolisian telah mengamankan tiga terduga pelaku yang masih berstatus di bawah umur. Penanganan kasus kini dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak sekolah guna mencegah terulangnya kekerasan serupa di lingkungan pendidikan.
Editor: Redaktur TVRINews




