Wali Kota Bandung Ajak Pengelola Kawasan Wisata Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh pengelola kawasan pariwisata untuk mulai mengadopsi sistem pengelolaan nol sampah atau zero waste.

Langkah ini dipandang krusial untuk menjaga daya tarik serta kenyamanan Kota Bandung sebagai destinasi wisata unggulan.

BACA JUGA: Isu Armada Sampah di Bogor, Pemkot Tangsel Sampaikan Klarifikasi, Silakan Disimak

Farhan menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Kota Bandung dan dapat merusak citra destinasi wisata jika tidak ditangani secara serius.

“Setiap kawasan berpengelola di Kota Bandung harus zero waste. Kalau dalam tiga bulan tidak ada komitmen, mohon maaf, akan ada sanksi,” kata Farhan di Bandung, Selasa.

BACA JUGA: Adakan Desiminasi Kebijakan Tata Kelola Pemerintah Desa, Ketua DPD RI Soroti Persoalan Sanitasi Hingga Masalah Sampah

Farhan mencontohkan penerapan pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan salah satu hotel di Jalan Supratman, Bandung, yang telah mengolah sampah organik sendiri serta memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Kalau yang organik tidak akan diangkut. Yang diangkut hanya residu, itu pun dipilah lagi antara yang bisa didaur ulang dan RDF. Hanya sampah tertentu seperti LB3 yang perlu pengolahan khusus,” katanya.

BACA JUGA: Wako Agung Sebut Atensi Kapolda Riau soal Sampah dan Baliho Sudah Sejak Setahun Lalu

Farhan mengatakan sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bandung membangun model pengelolaan sampah berbasis kawasan yang sebelumnya telah diterapkan di sejumlah pasar tradisional.

Salah satunya di Pasar Caringin yang sempat menumpuk sekitar 500 ton sampah lama dan kini dinyatakan telah bersih.

“Caringin itu bisa dikatakan sudah selesai. Sebanyak 500 ton sampah sisa lama sudah diangkut semuanya. Sekarang tinggal tumpukan sampah harian dan itu sudah dikelola melalui kerja sama business to business dengan pihak ketiga,” ujarnya.

Ia menuturkan model serupa juga telah diterapkan di Pasar Gedebage dan selanjutnya akan menyasar Pasar Ciroyom.

Pemkot Bandung juga mengawal perbaikan infrastruktur di kawasan pasar, termasuk sistem drainase di Pasar Caringin yang dinilai masih memerlukan pembenahan oleh pengelola swasta.

Ia mengungkapkan saat ini Kota Bandung baru mampu mengelola sekitar 22 persen dari total 1.597 ton sampah yang dihasilkan setiap hari.

Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 36 persen pada April 2026, dan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026 harus mencapai 65 persen.

“Kuncinya keterlibatan semua pihak, termasuk pelaku wisata,” ujar Farhan.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Negara Kaya di Balik Kemiskinan Rakyatnya
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kabar Baik, Armada Bus Transjakarta Rute Blok M-Bogor Bakal Ditambah
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Lawan Mahalnya UKT dengan Tekad dan Peluang
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Komplotan Pencuri Kabel Grounding SPBU Shell Beraksi Malam Hari, Modal Gergaji Besi
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
IHSG Naik 0,61% ke Level 8.181 Pagi Ini
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.