Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae mengatakan ia bermaksud untuk mempercepat implementasi janji-janji kebijakannya setelah kemenangan bersejarah partainya dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Minggu.
Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa meraih kemenangan telak dengan mengamankan lebih dari dua pertiga kursi yang diperebutkan.
Takaichi mengatakan dalam konferensi pers bahwa partai tersebut tidak boleh berpuas diri.
"Sebagai partai yang bersatu, kami akan bekerja keras dan memenuhi janji-janji yang telah kami buat kepada rakyat." ujarnya dilansir dari NHK Japan.
Selama kampanye, LDP berjanji untuk tidak menerapkan pajak konsumsi pada barang-barang makanan untuk jangka waktu terbatas selama dua tahun.
Takaichi mengatakan bahwa dia ingin mempercepat diskusi tentang masalah ini sehingga laporan sementara dapat disusun paling lambat pada musim panas.
Baca Juga
- Respons Kemenangan PM Takaichi: Saham Jepang Menguat, Obligasi Turun, Yen Naik Tipis
- Bursa Saham Asia 9 Februari 2026 Dibuka Hijau, Ada Efek Kemenangan PM Takaichi
- Pemilu Jepang, Sanae Takaichi Bersiap Menang
Pemerintah dan partai-partai yang berkuasa sedang mengatur untuk mengadakan sidang khusus Parlemen pada tanggal 18 Februari. Takaichi diperkirakan akan terpilih kembali sebagai perdana menteri dalam sidang tersebut dan membentuk Kabinet baru.
Takaichi mengindikasikan bahwa dia pada dasarnya akan mempertahankan susunan Kabinet saat ini. Ia juga mencatat bahwa ia telah meminta mitra koalisi LDP, Partai Inovasi Jepang, untuk mempertimbangkan menduduki posisi di Kabinet.
Perwakilan JIP Yoshimura Hirofumi mengatakan bahwa jika didekati, dia akan mempertimbangkannya secara positif.
Namun, anggota JIP terpecah pendapat mengenai apakah akan bergabung dengan Kabinet Takaichi. Sebagian mengatakan partai tersebut harus menjadi bagian dari Kabinet untuk mengimplementasikan agenda kebijakannya, sementara yang lain mengatakan bahwa partai tersebut harus mengamati setiap perubahan dalam pemerintahan LDP sekarang setelah partai tersebut memegang mayoritas yang sangat besar di Majelis Rendah.
Koalisi yang berkuasa masih kekurangan mayoritas di Majelis Tinggi.
Pemerintah dan partai-partai yang berkuasa bertujuan untuk mengesahkan rancangan anggaran untuk tahun fiskal berikutnya secepat mungkin dalam sidang Parlemen mendatang dengan mendengarkan dengan saksama pendapat dari pihak oposisi.





