Dibawa Meroket Indeks Jepang, Begini Proyeksi Bursa Asia Hari Ini (11/2)

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia hari ini diproyeksi akan kembali menguat, melanjutkan relinya pada perdagangan di Selasa (10/2). Kenaikan sendiri dipimpin oleh reli saham teknologi dan optimisme investor yang kembali pulih setelah aksi jual tajam pekan lalu dan kemenangan koalisi dari Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi di Pemilu Jepang.

Berikut adalah catatan pergerakan harga perdagangan terakhir dari Bursa Asia. Indeks Jepang tampil paling menonjol dengan lonjakan ke level tertinggi sepanjang sejarah, mencerminkan sentimen risk-on yang kembali mendominasi pasar regional.

  • Hang Seng (Hong Kong): Naik 0,58% ke 27.183,15
  • CSI 300 (China): Naik 0,11% ke 4.724,30
  • Shanghai Composite (China): Naik 0,13% ke 4.128,37
  • Nikkei 225 (Jepang): Naik 2,28% ke 57.650,54
  • Topix (Jepang): Naik 1,90% ke 3.855,28
  • Kospi (Korea Selatan): Naik 0,07% ke 5.301,69
  • Kosdaq (Korea Selatan): Turun 1,10% ke 1.115,20

Saham Jepang melonjak tajam seiring euforia pasar terhadap kemenangan telak dari Sanae Takaichi di Pemilu Jepang. Reli ini dikenal luas sebagai Takaichi Trade. Ia merupakan istilah yang merujuk pada aksi beli aset negara terkait pasca terpilihnya Takaichi.

Investor menilai agenda kebijakan politikus itu yang akan berpihak pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan profitabilitas korporasi serta dorongan investasi domestik. Kemenangan telak tersebut memperkuat ekspektasi bahwa pemerintahannya akan melanjutkan reformasi pro-bisnis, stimulus fiskal dan kebijakan strategis untuk mendorong inovasi serta sektor industri prioritas.

Kemenangan Takaichi dinilai memberi sinyal kuat bagi kesinambungan kebijakan fiskal ekspansif dari Jepang.

“Kemenangan telak ini akan memperkuat belanja fiskal yang bertanggung jawab namun ekspansif, serta kebijakan luar negeri yang lebih berfokus pada kepentingan Jepang,” ungkap ING.

Mereka menambahkan bahwa dalam waktu dekat, sentimen risk-on berpotensi tetap mendominasi pergerakan pasar, khususnya untuk aset-aset berisiko seperti saham.

Selain Jepang, saham teknologi dalam berbagai pasar dalam kawasan turut mencatatkan kenaikan lanjutan. Penguatan ini terjadi setelah tekanan jual pekan lalu mereda, menyusul evaluasi ulang investor terhadap prospek jangka panjang sektor teknologi dan kecerdasan buatan.

Aksi beli kembali terlihat dalam saham-saham teknologi besar, seiring pandangan bahwa koreksi sebelumnya lebih bersifat teknikal dibandingkan perubahan fundamental.

Meski sentimen positif menguat, investor tetap bersikap selektif. Mereka kini menantikan rilis data ekonomi utama dari Amerika Serikat. Beragam laporan akan dirilis pekan ini, termasuk laporan tenaga kerja dan inflasi yang sempat tertunda.

Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga global serta prospek pertumbuhan ekonomi ke depan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi aliran modal ke pasar Asia.

Baca Juga: FTSE Russell Tunda Rebalancing Saham Indonesia hingga Juni 2026

Penguatan Bursa Asia kali ini mencerminkan kembalinya selera risiko investor yang dipicu faktor politik dan harapan kebijakan pro-pertumbuhan. Namun, dengan ketidakpastian global yang masih membayangi, pasar diperkirakan tetap bergerak dinamis. Bagi Indonesia, khususnya investor, perkembangan ini menjadi sinyal penting untuk mencermati peluang dalam pasar regional, sembari tetap memperhatikan risiko global yang ada.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bongkar Sindikat Narkoba di Jakarta, Polisi Sita 450 Ekstasi dan 66,5 Gram Sabu
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Mahkamah Agung Selesaikan 3.353 Perkara Pidana lewat Keadilan Restoratif Sepanjang 2025
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Hakim MK Saldi Minta Kubu Roy Suryo Cs Rombak Permohonan Uji Materi soal Kasus Ijazah Jokowi
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Usut Sumber Duit Suap untuk Pejabat Bea Cukai
• 13 jam laludetik.com
thumb
KPK Heran PT KD Suap PN Depok demi Eksekusi Lahan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.