Warga Albania menggelar demo antipemerintah usai Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku diduga korupsi. Demi yang digelar di ibukota Albania, Tirana, itu berujung bentrok dengan polisi.
Dikutip dari Reuters, Massa melempari gedung pemerintahan dengan bom molotov. Serangan itu dibalas polisi dengan tembakan meriam air atau water canon.
Ketegangan politik di Albania meningkat sejak Desember 2025 setelah Kejaksaan Khusus mendakwa Balluku atas tuduhan korupsi. Balluku diduga ikut campur tender publik untuk proyek infrastruktur dengan memihak perusahan tertentu. Tuduhan itu telah dibantah Balluku.
Massa yang berkumpul di alun-alun utama di Tirana membawa bendera, spanduk dan meneriakkan tuntutan mereka. Di antaranya meminta pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama mengundurkan diri.
"Rama pulanglah, pemerintah korup ini harus mengundurkan diri," demikian teriak massa dikutip dari Reuters, Rabu (11/2).
Kantor Kejaksaan Khusus yang bertugas memerangi korupsi dan kejahatan terorganisir telah meminta parlemen untuk mencabut kekebalan hukum Balluku minggu ini agar dapat menangkapnya.
Namun, permintaan itu belum ditanggapi oleh Parlemen yang dikuasai pendukung Rama.




