Jakarta, tvOnenews.com - Korban pelecehan seksual berinisial Saa dengan akun X @aarummanis diduga menyoroti pernyataan owner brand lokal Thanksinsomnia, Mohan Hazian.
Mohan Hazian disebut terduga pelaku pelecehan seksual belum lama ini menyampaikan pernyataan resminya. Ia menanggapi tuduhan tersebut melalui permintaan maaf secara tertulis.
Tak berselang lama, korban pelecehan seksual justru mengungkapkan bahwa, pelaku yang diduga Mohan Hazian belum meminta maaf secara resmi kepadanya maupun korban lainnya.
Menurutnya, pelaku yang diduga Mohan Hazian tidak menunjukkan adanya itikad baik kepada para korban. Ia menganggap pernyataan tersebut tak mewakili perasaan dirinya dan para korban.
"Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya, ataupun korban lain," tulis Saa dikutip tvOnenews.com dari X @aarummanis, Rabu (11/2/2026).
Permintaan Maaf Pelaku Bukan untuk Korban Dugaan Pelecehan Seksual- Dokumentasi tvOnenews.com
Ia justru berpendapat ungkapan permintaan maaf tersebut ditujukan secara umum. Hal ini mengingat pernyataan tersebut lebih mengarah akibat Mohan Hazian telah membuat kegaduhan di ruang publik.
Kegaduhan tersebut muncul setelah Saa buka suara. Nama Mohan Hazian terseret dugaan kasus skandal pelecehan seksual lantaran korban membocorkan owner brand streetwear lokal berinisial M.
Ia pun mendesak pelaku segera meminta maaf. Sebab, ia dan para korban sama sekali tak merasa belum ada ungkapan penyesalan dari pelaku yang diduga melakukan pelecehan seksual.
"Dan tidak ada permintaan maaf yang saya ataupun korban lain terima," tegasnya.
Kemudian, ia hanya menginginkan tidak ada lagi korban mengalami pelecehan seksual. Apalagi bagi mereka yang menjadi korban dilakukan oleh M.
"Terkait hal ini, saya berharap tidak ada lagi ruang untuk pelecehan seksual," imbau dia.
Awal Mula Mohan Hazian Terseret Dugaan Pelecehan Seksual- Instagram/@mohanhazian
Sebelumnya, Saa mendadak menceritakan kisah pilunya yang menggemparkan publik. Ia mengungkapkan dirinya menjadi korban dugaaan pelecehan hingga kekerasan seksual.
Ia menceritakannya secara detail di mana dirinya mendapat perlakuan fisik secara tak lazim. Kejadian tersebut terjadi pada Mei 2025.




