GenPI.co - Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti isu Presiden Prabowo Subianto akan melantik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Adi Prayitno mengatakan Wantimpres merupakan posisi yang sangat terhormat. Kalau isu itu benar, maka menegaskan hubungan Prabowo dan Jokowi baik-baik saja.
“Kalau benar pada akhirnya Pak Jokowi dilantik, ini adalah soal kerja sama politik yang sifatnya jangka panjang,” katanya dikutip dari akun Youtube miliknya, Rabu (11/2).
Namun, ada faktor lain yang kemungkinan Jokowi tidak mau menjadi bagian dari Wantimpres pada pemerintahan Prabowo Subianto.
Adi Prayitno mengungkapkan Jokowi menjelang masa kekuasaannya berakhir, sempat dirumorkan kemungkinan menjadi Wantimpres.
“Pak Jokowi menolak dan mengatakan hanya akan pulang ke rumahnya di Solo. Kemudian, menjadi warga negara biasa,” ujarnya.
Dia menilai penolakan Jokowi tersebut, membuat eks Wali Kota Surakarta itu kecil kemungkinan bergabung dalam Wantimpres.
“Tetapi, dalam politik selalu tidak bisa menaruh segala sesuatu itu hitam dan putih 100 persen. Hari ini putih, besok bisa hitam,” tuturnya.
Adi Prayitno mengatakan ketidakpastian dalam politik, terbukti dengan kedatangan Jokowi dalam Rakernas PSI di Makassar, akhir Januari 2026 lalu.
Jokowi pada Rakernas partai berlogo Gajah tersebut, menyatakan siap untuk mati-matian berjuang demi PSI. Meski, dia pernah menyatakan ingin menjadi warga biasa di Solo. (*)
Video seru hari ini:





