Dubes Iran Sebut AS Tidak Layak Jadi Pemimpin Board of Peace Gaza

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menyebut Amerika Serikat (AS) tidak layak memimpin inisiatif perdamaian di Gaza melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Bukan tanpa alasan, Dubes Iran menilai karena selama ini AS berpihak kepada Israel.

"Kami menilai upaya tersebut tidak akan berhasil, karena rezim Zionis Israel merupakan pihak yang melakukan pendudukan wilayah. Rezim tersebut didukung secara terbuka oleh Amerika Serikat," katanya kepada wartawan pada acara Resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2026.

Baca Juga :
Istana Sebut 8.000 Pasukan Disiapkan untuk Misi Perdamaian di Gaza
Media Israel Sebut RI Akan Jadi Negara Pertama Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Diplomat Iran itu mengemukakan bahwa setiap upaya perdamaian di Gaza maupun wilayah pendudukan yang lain seharusnya diprakarsai oleh negara-negara yang netral atau organisasi internasional yang independen.

"Mereka sudah memiliki pihak tertentu, dan jika mereka memiliki pihak tertentu, mereka tidak berhak untuk berbicara tentang mediasi atau proses perdamaian atau dewan atau hal semacam itu," katanya merujuk pada AS.

"Kami percaya jika ada perdamaian yang akan terjadi di Gaza atau wilayah yang diduduki, itu harus berasal dari negara-negara netral atau organisasi internasional netral," ia menambahkan.

Boroujerdi pesimistis perdamaian akan tercapai karena Israel tidak memiliki komitmen untuk melakukan gencatan senjata, membuat perjanjian damai, maupun menerapkan solusi dua negara.

Ia menyampaikan bahwa meskipun ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon, Suriah, dan Gaza, tetapi kenyataannya serangan tetap dilakukan hampir setiap hari.

Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa Israel tidak memiliki komitmen terhadap perjanjian apapun.

"Dengan rekam jejak tersebut, sulit untuk mempercayai bahwa rezim pendudukan ini akan menerima solusi dua negara, gencatan senjata, atau perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan," katanya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 22 Januari meluncurkan apa yang disebut sebagai Board of Peace dalam ajang World Economic Forum di Davos, Swiss.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan bergabung dengan dewan tersebut.

Gedung Putih telah mengemukakan rencana untuk menggelar konferensi tingkat tinggi para pemimpin Board of Peace pada 19 Februari 2026 guna mendorong fase kedua gencatan senjata di Gaza serta menghimpun dana rekonstruksi bagi wilayah Palestina yang hancur akibat perang. (ant)

Baca Juga :
Enam Jet Tempur Siluman F-35 AS Mendekat ke Timur Tengah, Menuju Iran?
Istana Sebut Board of Peace Bagian dari Komitmen Perjuangan RI untuk Kemerdekaan Rakyat Palestina
Komisi I DPR Nilai Pengiriman Pasukan ke Gaza Tak Perlu Sampai 2.000 Prajurit

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Elon Musk Siapkan Pusat Data AI di Luar Angkasa, Pakar Soroti Risiko Besar
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Longsor Cisarua Bandung Barat: 80 Jenazah Teridentifikasi, 15 Masih Diperiksa
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
PBI-JK Dinonaktifkan Pusat, Pemkot Surabaya Pastikan Layanan Kesehatan Warga Tetap Gratis
• 41 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Beasiswa Garuda Sarjana 2026 Dibuka, Pemerintah Perluas Skema Joint dan Double Degree ke Kampus Top Dunia
• 6 jam lalupantau.com
thumb
BPOM Temukan 41 Produk Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Berisiko Kesehatan
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.