Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Fenomena langit menarik akan terjadi pada 28 Februari 2026. Enam planet di Tata Surya diperkirakan tampak berada dalam satu kawasan langit setelah Matahari terbenam. Peristiwa ini dikenal sebagai parade planet, dan menjadi momen yang dinantikan para pengamat astronomi.
Pada kesempatan tersebut, Merkurius, Venus, Saturnus, Uranus, Jupiter, dan Neptunus akan terlihat berderet di langit barat saat senja. Meski demikian, tidak seluruh planet dapat disaksikan secara langsung dengan mata telanjang.
Planet Uranus dan Neptunus, misalnya, memiliki tingkat kecerahan yang relatif redup sehingga memerlukan bantuan alat optik seperti teropong atau teleskop untuk dapat diamati dengan jelas.
Para astronom menjelaskan bahwa istilah parade planet tidak berarti keenam planet tersebut benar-benar sejajar secara fisik di ruang angkasa. Fenomena ini terjadi karena posisi orbit planet-planet berada di sepanjang bidang ekliptika, sehingga dari sudut pandang Bumi tampak seolah-olah berkumpul di satu sisi langit.
Direktur Ilmu Pengetahuan Lowell Observatory, Gerard van Belle, menyebut fenomena ini lebih bersifat visual akibat konfigurasi orbit planet.
Ia menjelaskan bahwa ketika posisi orbit mendukung, sejumlah planet dapat terlihat bersamaan di langit malam, namun itu bukan berarti mereka tersusun dalam satu garis lurus di ruang angkasa.
"Ketika ini terjadi, kita bisa melihat banyak planet di langit malam, tetapi itu lebih merupakan fenomena visual dari orbit mereka di sekitar Matahari ketimbang susunan sejati secara fisik di ruang angkasa," ujar Gerard van Belle, Direktur Ilmu Pengetahuan di Lowell Observatory, dikutip dari Space.com.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini, waktu terbaik pengamatan adalah sekitar 30 menit setelah Matahari terbenam, dengan menghadap ke arah barat dan memilih lokasi dengan cakrawala terbuka tanpa halangan gedung maupun pepohonan.
Penggunaan teleskop kecil atau teropong akan membantu mengidentifikasi planet yang cahayanya lebih redup. Sementara itu, jika kondisi cuaca tidak mendukung, pengamatan juga dapat dilakukan melalui siaran langsung daring atau aplikasi astronomi yang menyediakan panduan posisi planet secara waktu nyata.
Parade planet ini menjadi kesempatan edukatif sekaligus visual yang menarik, untuk memahami dinamika orbit Tata Surya dari perspektif Bumi.
Editor: Redaksi TVRINews




