Bisnis.com, BANYUWANGI — Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk akan ditutup secara total selama sehari penuh pada Hari Raya Nyepi yang bertepatan pada tanggal 19 Maret 2026, atau H-1 Hari Raya Idulfitri 1447H/2026M.
Penutupan total Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk selama Hari Raya Nyepi tersebut mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan sejumlah langkah antisipasi. ASDP telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatur lalu lintas dan kepadatan penumpang, seiring dengan potensi lonjakan arus mudik Idulfitri.
Senior General Manager ASDP Regional III Lutfi Pratama Adi Subarkah menjelaskan, penutupan nantinya dilakukan pada kedua sisi, yakni arah Ketapang maupun Gilimanuk.
“Tentunya kami sudah antisipasi untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang dan kendaraan ketika hari puncak produksi kendaraan arus mudik,” ujarnya dalam Media Relations di Kantor ASDP Cabang Ketapang, dikutip pada Rabu (11/2/2026).
Mengacu periode posko Angkutan Lebaran 2026 ASDP yang mulai pada H-10 hingga H+10, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada 18 Maret 2026.
Meski demikian, mengingat akan adanya penutupan penyeberangan dari Banyuwangi ke Bali tersebut, Luthfi meyakini lonjakan mobilitas masyarakat akan mulai terjadi sejak 13 Maret.
Baca Juga
- Polemik Keterlambatan Bongkar Muat Barang Bikin Pengusaha Pelabuhan Gusar
- KKP Mulai Relokasi Kapal Mangkrak di Pelabuhan Muara Angke
- Pelindo Tertibkan Porter Jasa Angkut Barang di Pelabuhan Lembar
Harapannya, masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan agar tidak terkena periode penutupan tersebut yang akan dimulai pada 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA sampai 20 Maret pukul 06.00 WITA dari sisi Gilimanuk.
Sementara penutupan dari sisi Ketapang akan mulai pada 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB sampai dengan 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.
ASDP turut mengantisipasi adanya risiko penumpang yang terjebak ataupun tertinggal karena kebijakan ini.
Untuk itu, ASDP akan menutup kuota penjualan tiket secara daring atau online pada tanggal-tanggal tersebut.
Pasalnya, dua pelabuhan ini termasuk menjadi yang tersibuk pada hari-hari besar keagamaan, termasuk Idulfitri.
Pada tahun ini, Luthfi memprediksikan akan ada kenaikan sebesar 3% terhadap jumlah penumpang di angkutan Lebaran, dari 1,62 juta orang pada 2025 menjadi 1,67 juta orang pada 2026.
Sementara prediksi trip tumbuh 4% dibandingkan dari periode yang sama tahun sebelumnya, dari 9.658 perjalanan menjadi tembus ke angka 10.080 perjalanan. Begitu pula dengan jumlah kendaraan, yang diprediksi tumbuh hingga 5% dari 427.033 unit menjadi 453.964 unit.
“Keseluruhan Ketapang Gilimanuk kami gabungkan, memang akan ada peningkatan menjadi 32.150 penumpang per hari dari rata-rata normal sekitar 10.000 orang, jadi ada peningkatan 3 kali lipat,” tambah Luthfi.
ASDP sendiri telah menyiagakan 55 kapal reguler dengan 17 dermaga siap operasi untuk rute Ketapang-Gilimanuk dan Bulusan-Gilimanuk.
Luthfi juga menekankan pihaknya telah menyiapkan buffer zone dan petugas lapangan untuk mengurai kepadatan di pelabuhan selama musim mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Dengan demikian, ASDP berharap langkah antisipasi tersebut dapat menekan potensi kepadatan selama periode mudik Lebaran yang bertepatan dengan penutupan Ketapang–Gilimanuk saat Hari Raya Nyepi.





