COO Danantara Dony Oskaria: Semua BUMN Akan Menghadapi Perombakan

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan perombakan besar-besaran terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adapun, pada tahun ini, jumlah anak hingga cucu usaha BUMN akan dipangkas dari 1.043 entitas menjadi sekitar 300 entitas.

COO BPI Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa seluruh BUMN akan terdampak restrukturisasi tersebut. "Semua BUMN akan menghadapi perombakan," dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).

Setidaknya restrukturisasi akan difokuskan pada sektor-sektor yang dinilai memiliki urgensi paling besar. Misalnya saja di sektor logistik, Danantara akan melakukan merger dengan menjadikan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai anchor company.


Baca: Bos Danantara Blak-blakan Alasan Pembentukan Perminas

"Karena mereka memiliki distribution outlet yang banyak, kurang lebih 4 ribu outlet yang dimiliki oleh PT Pos. Mereka akan menjadi anchor dari penggabungan 21 perusahaan logistik kita," ujar Dony.

Selanjutnya di sektor karya atau konstruksi, konsolidasi dilakukan setelah proses pemulihan keuangan. Pihaknya, pada tahun ini menargetkan proses perbaikan keuangan selesai.

"Kita tahun ini selesai melakukan proses perbaikan secara finansial, tahun 2025, tahun 2026 mereka memasuki fase merger dan konsolidasi. Kita harapkan akan selesai juga di pertengahan tahun ini," katanya.

Berikutnya di sektor asuransi. Adapun jumlah perusahaan asuransi BUMN akan dipangkas dari 15 menjadi tiga entitas yakni Asuransi jiwa (life insurance), Asuransi umum (general insurance), dan Asuransi kredit.

"Kemudian juga kita tadi asset management kita akan punya hanya 1 asset management," katanya.

Selain itu, Danantara juga akan melakukan pemangkasan di sektor telekomunikasi, khususnya pada PT Telkom Indonesia Tbk. Setidaknya dari 66 perusahaan akan dipangkas menjadi belasan entitas.

"Nanti dari 66 perusahaan telkom itu hanya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan saja. nantinya akan semua yang dari bawah akan tergabung ke atas. Nah ini akan memotong banyak inefisiensi yang terjadi selama ini," ujarnya.

Di sektor pupuk, Danantara juga akan melakukan konsolidasi besar terhadap PT Pupuk Indonesia (Persero). Adapun saat ini Pupuk Indonesia memiliki sekitar 47 anak usaha. Tak hanya itu, perombakan juga akan menyasar sektor semen, di mana sebanyak 17 anak perusahaan akan ditutup.

"Kita sedang menyelesaikan seluruh problematika daripada pengelolaan BUMN ini sehingga ke depan BUMN menjadi perusahaan yang betul-betul termasuk tidak hanya dari bisnisnya," kata Dony.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dony Oskaria Buka-bukaan Transformasi & Target Laba BUMN 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa Mahasiswi Yogya Tabrak Jambret Bisa Dilaporkan? Polisi: Fokus ke Pencurian
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Siswi SMK di Garut: Rawat Nenek Lumpuh, Terancam Putus Sekolah karena Dianggap 'Warga Mampu'
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Detik-detik Mahasiswi Jogja Tabrak Motor Jambret Usai HP Dirampas, Pelaku Residivis Tak Berkutik
• 6 jam lalusuara.com
thumb
15 Tips agar HP tidak Cepat Panas
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kemenperin Hormati Proses Hukum, Nonaktifkan Oknum dan Perkuat Pengawasan Internal Terkait Kasus CPO
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.