PT Hillcon Equity Management (HEM) melepas sebagian kepemilikan sahamnya di emiten kontraktor pertambangan PT Hillcon Tbk (HILL). Transaksi tersebut menyebabkan porsi kepemilikan saham dan hak suara HEM di HILL turun tipis.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui keterbukaan informasi bursa pada Rabu (11/2) ini, HEM yang juga merupakan pengendali dan bagian dari manajemen HILL melakukan penjualan saham itu pada Senin (9/2) lalu.
Jumlah saham yang dilego dalam transaksi tersebut sebanyak 1.267.500 saham. HEM melepasnya di harga Rp 140 per unit melalui skema repurchase agreement alias repo.
"Adapun tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi," kata manajemen HEM dalam laporannya ke OJK.
Dalam laporan itu disebutkan, jumlah saham HILL yang dimiliki HEM sebelum transaksi tercatat sebanyak 6.206.386.200 saham dengan porsi hak suara 42,10%. Pascapenjualan, kepemilikannya berkurang menjadi 6.205.118.700 saham atau setara 42,09% hak suara. HEM menyatakan tetap akan mempertahankan pengendaliannya atas HILL.
Sebagai informasi, PT Hillcon Tbk (HILL) adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang jasa pertambangan, termasuk nikel dan batu bara, serta konstruksi sipil seperti pekerjaan tanah, jalan, dan infrastruktur air. Perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1 Maret 2023.
HILL mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 1 Maret 2023. Pada awal masuk ke pasar modal, harga saham emiten ini dipatok Rp 1.250 per unit.
Pada 3 Maret 2025, lewat persetujuan dari dari rapat umum pemegang saham (RUPS), HILL mendapatkan restu untuk melakukan pemecahan nilai nominal sahamnya atau stock split dengan rasio 1:5. Nilai nominal Rp 100 per saham berubah menjadi Rp20 per saham.
Berdasarkan data perdagangan sepanjang hari ini, harga saham HILL bergerak di rentang Rp 112-115 per saham.




