Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong agar dana bantuan perbaikan rumah tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana di Sumatera dapat segera dicairkan sebelum bulan puasa.
Hal ini bertujuan agar para nakes bisa kembali tinggal di rumahnya dan menjalankan ibadah dengan layak.
“Nah kita sedang terus mengkoordinasikan dalam satu bulan terakhir ini, tadi kita mau kejar sebelum puasa. Agar 3.200 ini batch pertama, bisa mendapat tadi yang Pak Mendagri (Tito Karnavian) bilang, 15 juta rusak ringan, 30 juta rusak sedang, 60 juta rusak berat,” kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).
“Agar mereka segera bisa kembali ke rumah dan memperbaiki rumahnya. Pada saat puasa bisa melakukan ibadah puasanya di rumah,” lanjutnya.
Budi menjelaskan, perhatian utama pemerintah saat ini adalah kondisi rumah para tenaga kesehatan yang mengalami kerusakan akibat bencana, sehingga berdampak pada kinerja mereka di lapangan.
“Ini adalah rumah nakes-nakes yang rusak. Jadi mereka susah bekerja 100 persen karena rumah-rumahnya rusak,” ujarnya.
Dari total sekitar 3.200 rumah nakes yang masuk dalam tahap awal pendataan, sebanyak 1.350 unit disebut telah siap untuk proses penyelesaian administrasi dan pencairan bantuan.
“Nah kita dari 3.200, 1.350 sudah siap untuk selesai. Mudah-mudahan nanti Pak Mendagri sama Kepala BNPB karena anggarannya dari mereka, mudah-mudahan bisa mulai disalurkan sebelum puasa,” kata Budi.
Budi juga mengusulkan penyederhanaan proses administrasi agar pencairan bantuan tidak berlarut-larut akibat tahapan review yang berulang.
“Tadi kita juga mengusulkan, prosesnya memang administrasi harus kita lakukan supaya ini secara audit baik. Tapi mungkin ada usulan kalau bisa prosesnya yang sebelas dan bolak-balik, biasanya yang merah itu review. Review-nya jadi tiga kali, bolak-balik lagi, review lagi, balik lagi,” kata Budi.
Ia mengusulkan agar proses evaluasi dilakukan secara paralel dalam satu waktu.
“Kita mengusulkan kalau bisa, prosesnya dibikin sederhana. Jadi masuk, review-nya sekali beberapa aparat sekaligus duduk bareng, set nanti keluar, langsung bisa dicairkan. Sehingga dengan demikian mengurangi pekerjaannya tidak usah serial tapi bisa dilakukan secara paralel,” jelasnya.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah mengajukan anggaran tambahan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
“Mungkin yang terakhir, ini sama seperti meeting sebelumnya, kami sudah mengajukan usulan anggaran Rp 529 miliar tanggal 20 Januari, suratnya kami kirimkan,” kata Budi.
“Dan untuk bisa melakukan rehabilitasi penuh, kalau bisa dibantu untuk mendapatkan pencairan, kita akan bisa lebih cepat melakukan recovery karena targetnya kami akhir Maret sudah selesai,” tambahnya.
Ia menegaskan, meskipun anggaran belum cair, pemerintah tetap bergerak dengan mencari sumber bantuan lain.
“Tapi kalau tidak, belum cair pun kami tidak diam, kami mencari dengan donasi-donasi,” kata dia.





