Pesawat Smart Air PK-SNR yang bertolak dari Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) saat proses pendaratan di Koroway, Papua Selatan pada Rabu (11/2) sekitar pukul 11.17 WIT.
Dari penembakan ini, dua awak pesawat meninggal dunia yaitu Kapten Egon Erawan selaku pilot dan Baskoro selaku kopilot. Sementara 13 penumpang sipil seluruhnya dinyatakan selamat, usai melarikan diri ke dalam hutan.
Namun sebelum tewas, pilot sempat mengirimkan pesan singkat darurat melalui GPS pada pukul 13.26 WIT. Melalui pesan tersebut, pilot mengatakan bahwa para awak pesawat ditembaki dan melarikan diri ke hutan.
"Beberapa menit setelah kejadian (penembakan), pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Jhonny Eddizon Isir dalam keterangan yang diterima.
Pesan tersebut berada pada dua titik koordinat GPS, yakni:
S 5,214472° T 140,016460°
S 5,214139° T 140,016718°
Komunikasi terakhir, pilot menyebut kesulitan sinyal.
"Gak ada sinyal, tolong dilacak saja. Di Koroway kita ditembaki," demikian pesan tersebut.
Menurut Jhonny, kejadian ini juga diperkuat oleh keberadaan video yang beredar dari lokasi kejadian.
"Pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang sipil, yang selamat dan menyelamatkan diri ke area hutan di sekitar bandara saat tembakan terdengar dari arah pepohonan sisi landasan," ucap Jhonny.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyoroti bahwa penembakan terhadap penerbangan sipil merupakan kejahatan serius.
"Kami sangat berduka atas gugurnya dua awak pesawat yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah pedalaman. Tindakan penembakan terhadap penerbangan sipil adalah kejahatan serius. Satgas Dampak Cartenz bergerak cepat mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memburu pelaku agar dapat diproses sesuai hukum," ujar Faizal.
"Polda Papua dan personel Operasi Damai Cartenz 2026 sedang merespons peristiwa tersebut," tutupnya.




