JAKARTA, KOMPAS.TV – Banjir merendam 11 desa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Selasa (10/2/2026) dan mengakibatkan 1.105 rumah terdampakk.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyebut, 805 keluarga terdampak banjir.
“Hujan lebat menyebabkan banjir yang merendam 11 desa. Tercatat sebanyak 805 kepala keluarga dan 1.105 unit rumah terdampak banjir,” kata Muhari melalui keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
“Berdasarkan pemantauan per Rabu (11/2), sebanyak delapan desa masih terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi,” tambahnya.
Baca Juga: [FULL] BPBD & Pakar Soroti Tanah Bergerak di Tegal, Sejauh Mana Dampaknya?
Dalam keterangannya, Muhari juga menyampaikan rangkuman peristiwa bencana yang terjadi pada periode 10 sampai 11 Februari 2026.
Pada periode ini, laporan kejadian bencana didominasi oleh kejadian bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Tengah.
Selain banjir di Kendal, kata Muhari, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Selasa (10/2) memicu meluapnya Sungai Kumisik dan merendam pemukiman warga dengan ketinggian muka air mencapai 100 sentimeter.
“Sebanyak 26 unit rumah terdampak kejadian ini. BPBD Kabupaten Tegal mengerahkan tim Desa Tangguh Bencana dan mengevakuasi warga terdampak ke SDN Dukuh Tengah 01,” jelasnya.
Berdasarkan laporan per Rabu (11/2), banjir telah surut dan masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- banjir
- banjir kendal
- kendal





