GenPI.co - Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat sangat kuat.
"Hubungan Taiwan-AS sangat solid. Semua proyek kerja sama akan terus berlanjut tanpa gangguan," ujar Lai, dilansir AP News, Selasa (10/2).
Pernyataan Lai muncul setelah Presiden China Xi Jinping memperingatkan agar Presiden AS Donald Trump berhati-hati dalam memasok senjata ke Taiwan.
Peringatan itu tercantum dalam transkrip percakapan yang dirilis Kementerian Luar Negeri China.
Taiwan merupakan negara demokrasi, tetapi diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.
China tidak menutup peluang memakai kekuatan militer untuk menyatukan Taiwan ke daratan utama.
Beijing juga melarang negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengannya, termasuk AS, untuk menjalin hubungan resmi dengan Taipei.
Meski tidak mengakui Taiwan secara resmi sebagai negara, AS tetap menjadi pendukung informal sekaligus pemasok senjata utama.
Di dalam negeri, penjualan senjata dan rencana peningkatan anggaran pertahanan hingga 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) menuai penolakan.
Partai oposisi Kuomintang (KMT) dan sebagian masyarakat Taiwan menentang langkah tersebut.
Parlemen Taiwan yang dikuasai oposisi memblokir sejumlah rencana anggaran Presiden Lai, termasuk anggaran pertahanan khusus senilai USD 40 miliar.
Sementara itu, Trump menyebut percakapan teleponnya dengan Xi sebagai pembicaraan yang sangat baik dan menyeluruh.
Trump juga menantikan kunjungan ke China pada April mendatang. (*)
Video heboh hari ini:




