Susi Pudjiastuti, pendiri maskapai Susi Air (PT ASI Pudjiastuti Aviation)—perusahaan yang berfokus pada penerbangan perintis, menyuarakan pentingnya pengamanan di Papua.
Ia menyampaikan itu pada Rabu (11/2), usai pesawat Smart Cakrawala Aviation ditembaki dan pilot serta kopilotnya dibunuh di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
"Aviation berduka," ujar Susi mengawali pernyataannya, dalam pesan pendek untuk kumparan, Rabu (11/2).
Ia melanjutkan, "Karena kejadian ini beberapa rute kita akan evaluasi. Mungkin satu mingguan ini kita akan hentikan beberapa penerbangan di sekitar wilayah yang belum sepenuhnya aman. Mohon pengertian dari pemerintah dan customer atas hal ini."
Kejadian yang menimpa Smart Aviation ini mengingatkan pada peristiwa disanderanya pilot Susi Air yang merupakan warga Selandia Baru, Philip Mehrtens, oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Pesawat Susi Air Pilatus Porter P-4/PK-BVY dibakar di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, pada 7 Februari 2023.
Philip disandera sejak saat itu hingga 19 bulan kemudian atau baru dibebaskan pada 21 September 2024.





