Nama Denza sejatinya tidak absen di tengah suasana gelaran pameran otomotif yang digelar bulan Februari ini. Hanya saja PT BYD Motor Indonesia punya strategi lain untuk mendekatkan sub-brand premium mereka itu ke sasaran pasar yang lebih tepat.
Dijelaskan Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan bilang alasan Denza lebih memilih BCA Expoversary 2026 sebagai panggung untuk mendekatkan kepada calon konsumennya.
"Pameran di sana itu memang segmennya lebih banyak premium, kita mau dapat feedback langsung dari market tersebut. Sementara IIMS 2026 saat ini kita fokus untuk BYD karena rentang dari varian yang kita tawarkan sangat besar," buka Luther di Kemayoran, Jakarta (10/2/2026).
Helatan yang hanya berlangsung sampai 8 Februari itu, kata Luther sukses menggaet masyarakat terhadap merek Denza. Utamanya calon model baru mereka yang akan segera diluncurkan tahun ini, B5 PHEV dikatakan Luther diterima sangat positif.
"Ya kita juga cukup kaget, ya. Karena saat ini masih tahap perkenalan sebenarnya. Di mana pada pameran tersebut kita perlihatkan teknologi yang dimiliki oleh Denza dan produknya sudah sampai di situ," ujarnya.
"Namun kita masih belum memberikan indikasi harga secara resmi, hanya memperlihatkan mereka itu ketertarikannya dari sisi apa. Karena mereka berhubungan dengan pelanggan, tetapi kita lihat mereka punya atensi yang cukup tinggi," papar Luther.
Sebelum mendarat di Indonesia, awak kumparan sempat berjumpa langsung untuk pertama kalinya langsung dari negara asalnya, China. Kepastian Denza B5 PHEV akan segera mengaspal di Tanah Air telah dikonfirmasi oleh General Manager Asia Pacific Auto Sales Division BYD Auto, Liu Xueliang.
"Memang mengenai waktu dan kapan (akan hadir di Indonesia) belum dapat disampaikan, yang jelas BYD ingin memuaskan konsumen Indonesia. Kami akan memanfaatkan semua inovasi teknologi kami," ucap Liu di Zhengzhou, China awal Januari lalu.
Liu sendiri tak secara gamblang menyatakan bahwa model tersebut yang akan menambah lini Denza di dalam negeri. Namun, pengamatan kami langsung di China, unit B5 PHEV yang ditampilkan saat melawat ke China sudah menganut setir kanan.
"Apalagi Anda telah melihat fasilitas teknologi kami di sini untuk mengeksplorasi dan merasakan langsung kemampuan DM-i, terutama kemampuannya untuk off road. Jadi sangat mungkin untuk membawa (Denza) B5 (ke Indonesia)," terang Liu.
Denza B5 sendiri bukan nama asing bagi pasar domestik Tiongkok, model ini punya nama lain Fangchengbao Bao 5. Untuk pasar internasional, BYD memilih menggunakan jenama premium mereka, Denza untuk identitas barunya.
Secara teknis, Denza B5 dibangun di atas platform DMO (Dual-Mode Off-road) milik BYD, sebuah arsitektur yang memadukan struktur body-on-frame dengan sistem PHEV. Karakter ini membuatnya berbeda dari SUV elektrifikasi kebanyakan yang masih berbasis monokok.
Sektor dapur pacunya mengombinasikan mesin bensin 1.5-liter turbo dengan dua motor listrik untuk penggerak roda depan dan belakang. Menghasilkan keluaran 600 dk lebih, plus torsi besar yang mendukung akselerasi cepat sekaligus kemampuan melibas medan berat.
Sistem baterainya menggunakan Blade Battery khas BYD, yang memungkinkan jarak tempuh listrik murni sekitar 100 kilometer sebelum mesin konvensional bekerja. Ditopang sistem penggerak empat roda (AWD) untuk mendukung etape berbagai medan.





