KOMPAS.com – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pemerintah terus mempercepat rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan di daerah terdampak banjir akibat Siklon Senyar.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar di 52 kabupaten/kota terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dapat segera kembali berjalan normal.
Sejumlah fasilitas pendidikan terdampak, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga madrasah dan pondok pesantren.
Tito menegaskan salah satu hal penting dalam merehabilitasi daerah pascabencana adalah masalah sarana pendidikan.
“Kita tahu bahwa beberapa daerah memiliki sarana-prasarana pendidikan, seperti TK, SD, SMP, SMA, yang terdampak. Ada yang rusak, ada juga yang rusak berat, ada yang ringan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Baca juga: Ratusan Lokasi Pembersihan Lumpur Tertangani, Kasatgas Tito Percepat Rehabilitasi
Hal itu disampaikan Tito dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Sejak masa tanggap darurat, pemerintah telah menerjunkan 90.109 personel lintas kementerian/lembaga (K/L), di antaranya dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Universitas Pertahanan (Unhan) Kemenhan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta sekolah-sekolah kedinasan.
Keterlibatan sekolah kedinasan dilakukan melalui kegiatan serupa kuliah kerja nyata (KKN) untuk mendukung pemulihan di lapangan.
“Dari Unhan Kemhan, kemudian juga dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kemendagri, kemudian dari [STIS] Badan Pusat Statistik ikut seperti kegiatan KKN,” ujar Tito.
Baca juga: Kasatgas PRR Tito Karnavian Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera
Fasilitas pendidikan mulai pulihTito menegaskan, perbaikan fasilitas pendidikan menjadi kunci agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal.
Di Sumbar, layanan pendidikan telah berjalan secara fungsional seiring percepatan perbaikan sarana dan prasarana sekolah terdampak.
Sementara itu, di Sumut, masih terdapat sejumlah fasilitas pendidikan yang memerlukan atensi lanjutan, termasuk sekolah umum dan fasilitas pendidikan keagamaan, seperti madrasah dan pondok pesantren, serta rumah ibadah yang turut terdampak.
Berbeda dengan di Aceh, dampak kerusakan fasilitas pendidikan tergolong cukup luas, mencakup PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga madrasah dan pondok pesantren di sejumlah wilayah sehingga membutuhkan percepatan rehabilitasi lebih lanjut.
Baca juga: Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito Tegaskan Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
“Untuk fasilitas pendidikan, kita lihat memang banyak yang cukup terdampak. Baik PAUD, TK, SD, SMP, SMA, juga madrasah dan pondok pesantren di beberapa tempat,” terang Tito.
Pendataan kerusakanSementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan, proses pendataan kerusakan sekolah terus dilakukan melalui rekonsiliasi data bersama dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi.
Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai dukungan, antara lain school kit, ruang kelas darurat, buku pembelajaran, tunjangan khusus guru terdampak bencana, dukungan psikososial, revitalisasi sekolah terdampak, serta dana operasional pendidikan darurat.
“Total sekolah yang terdampak, 4.863. Sekolah rusak ringan 3.409, sekolah rusak sedang 925, sekolah rusak berat 437, dan sekolah yang harus direlokasi 92. Penilaian kerusakan sekolah terus berproses melalui rekonsiliasi data dengan dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi,” jelas Abdul.
Baca juga: Kasatgas PRR Tito Ungkap Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Progres Signifikan
Pemulihan sektor pendidikan tersebut diharapkan dapat mempercepat normalisasi kegiatan belajar mengajar sekaligus mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




