JAKARTA, DISWAY.ID-- Kebutuhan telur di Jakarta meningkat 17,20 persen menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengatakan, telur menjadi komoditas yang kenaikan kebutuhannya paling tinggi dibanding bahan pangan lainnya.
BACA JUGA:Damkar DKI Jakarta, Oplet Si Doel dan Wagub Rano Karno Meriahkan Infinite Show IIMS 2026
BACA JUGA:IIMS 2026: PLN Tawarkan Promo Tambah Daya 50 Persen Lewat Power Up EVent
"Peningkatan kebutuhan pangan dengan presentasi terbesar adalah pada komoditas telur ayam 17,20 persen," kata Uus saat acara Balkoters Talk di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sementara sambung Uus untuk kebutuhan komoditas daging ayam juga mengalami peningkatan sebesar 10,77 persen.
Disusul bawang merah sebesar 10,67 persen, minyak goreng 9,67 persen, dan cabai rawit 9,14 persen.
Meski terjadi lonjakan kebutuhan, Uus memastikan stok komoditas pangan strategis mencukupi sampai hari raya Idul Fitri 1447 H.
Kata Uus stok telur ayam di Jakarta secara total terdapat 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, dan bawang putih 48 ton.
BACA JUGA:Mengenal Festival Dandangan Kudus, Tradisi Budaya Jelang Ramadan dan Edukasi Sampah
BACA JUGA:JKIND Resmi Pemegang Merek Suntek Window Film di Indonesia, Amerika untuk Pasar Indonesia
Sementara untuk stok minyak goreng di Jakarta saat ini terdapat 625 ton, dan komoditas gula 437,4 ton.
Uus juga memastikan jika stok komoditas daging sapi, ayam, dan ikan cukup hingga Lebaran 2026.
Sekarang ini stok daging sapi yang dimiliki Jakarta sebanyak 1246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton.
Kemudian untuk stok beras yang dimiliki Jakarta di PT Food Station Tjipinang Jaya 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, Bulog ada 141.823 ton, dan Pasar Jaya 261 ton.
- 1
- 2
- »




