Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, turut merespons soal kasus dugaan penganiayaan yang dipicu suara bising drum yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat.
"Saya pikir perlakuan terhadap beliau [korban] ini sudah sangat-sangat keterlaluan. Saya minta kepada saudara Kapolres Jakarta Barat untuk menindak tegas pelakunya," kata Habiburokhman dalam keterangannya, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Rabu (11/2).
Ia menyatakan, tak ada toleransi bagi pihak-pihak yang bersikap arogan melakukan tindak pidana seenaknya dan mengitimidasi orang lain.
"Kita berempati kepada Pak Darwin, kita minta keadilan untuk Pak Darwin, pelakunya agak ditindak tegas," tegasnya.
Saat ini, kedua pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut diketahui saling melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, menjelaskan, kasus tersebut masih diselidiki polisi.
Polisi saat ini sedang mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan saksi untuk mendalami peristiwa tersebut.
“Iya, udah berjalan sesuai penyelidikan aja, kita ngumpulin barang bukti, alat bukti, keterangan saksi juga. Ya, nanti kita akan langkah-langkah upaya-upaya sesuai dengan aturan yang berlaku sih,” ujar Arfan saat dihubungi, Rabu (11/2).
Terkait kronologi kejadian, Arfan menyebut pihaknya berpedoman pada laporan yang telah diterima dari masing-masing pihak. Ia menegaskan, baik pelapor maupun terlapor sama-sama membuat laporan polisi.
“Ya, kronologinya seperti yang dilaporkan aja mungkin udah monitor. Ada lapor polisi masing-masing dari pelapornya Darwin maupun si Agian juga saling lapor, gitu lho. Tapi kan kita sesuai dengan aturan tidak boleh menolak laporan masyarakat,” jelasnya.





