Pantau - Sultan Oman Haitham bin Tarik menggelar pertemuan penting dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, di Muscat, untuk membahas potensi tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran.
Oman Dorong Dialog Damai di Tengah Ketegangan Iran–ASDalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya semua pihak kembali ke meja perundingan guna menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.
Media lokal Oman melaporkan bahwa diskusi berfokus pada peluang kesepakatan yang seimbang terkait program nuklir Iran, isu yang selama ini menjadi sumber utama ketegangan antara Teheran dan Washington.
Sebelumnya, pada Jumat lalu, delegasi dari Iran dan Amerika Serikat telah menggelar pembicaraan tertutup di Muscat.
Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa pembicaraan tersebut berjalan baik dan dijadwalkan akan dilanjutkan dalam minggu ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tetap akan mempertahankan hak untuk memperkaya uranium, meski langkah tersebut dapat memicu konflik bersenjata.
Ancaman Trump dan Peran Diplomatik OmanPada Januari 2026, Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” tengah menuju Iran.
Ia mengancam akan melancarkan serangan terhadap Teheran jika kesepakatan yang "adil dan merata" tidak tercapai, bahkan memperingatkan bahwa serangan AS mendatang akan "jauh lebih buruk" dibanding sebelumnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan peningkatan ketegangan, meskipun proses diplomasi masih berlangsung.
Dalam rangka upaya meredakan situasi, Trump juga mengutus Jared Kushner dan Steve Witkoff untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman.
Langkah ini menunjukkan kembali peran strategis Oman sebagai mediator netral dan regional dalam isu-isu sensitif di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait sengketa nuklir Iran dan hubungan dengan Amerika Serikat.




