Magway: Junta Myanmar melancarkan serangan udara yang menewaskan sedikitnya lima warga sipil dan melukai 13 lainnya di wilayah tengah negara itu, menurut laporan media lokal pada Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut DVB, pesawat jet tempur junta membombardir Desa Chatkan di Township Pauk, Region Magway, pada Selasa, 10 Februari 2026.
“Salah satu bom menghantam sebuah toko dan menewaskan lima orang di tempat,” ujar seorang pekerja bantuan kemanusiaan di Chatkan, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 11 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa tiga dari 13 korban luka berada dalam kondisi kritis.
Selain itu, sepuluh orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Wilayah itu sebagian berada di bawah kendali People’s Defense Force (PDF).
PDF dibentuk pada 2021 sebagai sayap bersenjata Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar. Kelompok ini didirikan untuk melawan junta militer setelah kudeta 1 Februari 2021.
Sebelumnya, PDF mengklaim telah menewaskan sedikitnya 18 tentara junta dalam bentrokan di Desa Thichauk, Pauk, pada 4 Februari. Lebih dari 5.000 warga dilaporkan terpaksa mengungsi akibat serangan udara dan pertempuran di kawasan tersebut.
Bulan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan sedikitnya 170 warga sipil tewas dalam lebih dari 400 serangan udara selama periode pemilu Myanmar.
Bentrok antar kelompok etnis semakin meningkat di tengah konflik sipil yang masih berlangsung hampir empat tahun setelah kudeta militer Februari 2021.
Pengambilalihan kekuasaan oleh militer pada 2021 menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi, dan membawa negara itu ke dalam lebih dari empat tahun pemerintahan darurat.
Menurut pemantau hak asasi manusia, lebih dari 6.000 orang telah tewas dan hampir tiga juta lainnya mengungsi akibat pertempuran antara junta dan kelompok oposisi.
Baca juga: Junta Myanmar Bentuk Super-Body untuk Perkuat Cengkeraman Militer




