Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan telah melakukan pengecekan terkait keberadaan Rumah Radio Bung Tomo yang belum diketahui keberadaannya.
“Kita sudah cek dari Balai Pelestarian Kebudayaan, nanti kita akan bagaimana meresponsnya,” kata Fadli di Jakarta, Rabu.
Ia pun meminta masyarakat untuk menunggu hasil pengecekan tersebut untuk memastikan keberadaan rumah radio bersejarah itu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pemerintah daerah agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa dengan menjaga dan melindungi situs-situs bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.
Presiden menyoroti masih ditemukannya praktik pengabaian terhadap peninggalan sejarah, termasuk pembongkaran prasasti dan situs bersejarah yang seharusnya dilindungi.
Kondisi itu dinilai mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap memori perjuangan bangsa.
Baca juga: Komunitas Wong Suroboyo prihatin Rumah Radio Bung Tomo
"Saya mau tanya, di mana Stasiun RRI yang digunakan oleh Bung Tomo waktu pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa yang sudah jadi pabrik saudara-saudara," kata Prabowo.
Kepala Negara menegaskan keberadaan pemerintah saat ini merupakan hasil dari perjuangan generasi sebelumnya, sehingga penghormatan terhadap sejarah dan peninggalannya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bangsa dan negara.
"Jadi saudara-saudara dengan masalah itu, saya ingin juga mengatakan bahwa kita sampai di sini hari ini, melalui perjuangan yang lama dan melalui kepemimpinan presiden-presiden dan pemerintahan-pemerintahan yang terlebih dahulu," ucap Presiden.
Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 menjadi agenda strategis pemerintah dalam mempertemukan unsur pemerintah pusat dan daerah dalam satu forum koordinasi nasional.
Rakornas tersebut dihadiri sekitar 4.400 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas pimpinan kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, dan wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).
Forum ini dirancang untuk memperkuat sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menyelaraskan pelaksanaan program pembangunan nasional dengan kebutuhan dan kondisi di daerah.
Baca juga: KBRS pertanyakan kelanjutan penyidikan pembongkaran rumah Bung Tomo
Baca juga: Fadli Zon bacakan puisi buatannya berjudul "Untukmu Bung Tomo"
“Kita sudah cek dari Balai Pelestarian Kebudayaan, nanti kita akan bagaimana meresponsnya,” kata Fadli di Jakarta, Rabu.
Ia pun meminta masyarakat untuk menunggu hasil pengecekan tersebut untuk memastikan keberadaan rumah radio bersejarah itu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pemerintah daerah agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa dengan menjaga dan melindungi situs-situs bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.
Presiden menyoroti masih ditemukannya praktik pengabaian terhadap peninggalan sejarah, termasuk pembongkaran prasasti dan situs bersejarah yang seharusnya dilindungi.
Kondisi itu dinilai mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap memori perjuangan bangsa.
Baca juga: Komunitas Wong Suroboyo prihatin Rumah Radio Bung Tomo
"Saya mau tanya, di mana Stasiun RRI yang digunakan oleh Bung Tomo waktu pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa yang sudah jadi pabrik saudara-saudara," kata Prabowo.
Kepala Negara menegaskan keberadaan pemerintah saat ini merupakan hasil dari perjuangan generasi sebelumnya, sehingga penghormatan terhadap sejarah dan peninggalannya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bangsa dan negara.
"Jadi saudara-saudara dengan masalah itu, saya ingin juga mengatakan bahwa kita sampai di sini hari ini, melalui perjuangan yang lama dan melalui kepemimpinan presiden-presiden dan pemerintahan-pemerintahan yang terlebih dahulu," ucap Presiden.
Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 menjadi agenda strategis pemerintah dalam mempertemukan unsur pemerintah pusat dan daerah dalam satu forum koordinasi nasional.
Rakornas tersebut dihadiri sekitar 4.400 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas pimpinan kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, dan wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).
Forum ini dirancang untuk memperkuat sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menyelaraskan pelaksanaan program pembangunan nasional dengan kebutuhan dan kondisi di daerah.
Baca juga: KBRS pertanyakan kelanjutan penyidikan pembongkaran rumah Bung Tomo
Baca juga: Fadli Zon bacakan puisi buatannya berjudul "Untukmu Bung Tomo"





