Menag Sebut Peredaran Dana Infak Masyarakat Capai Rp500 Triliun per Tahun

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Potensi dana sosial keagamaan di Indonesia sangat besar dan belum tergarap optimal.

Menag Sebut Peredaran Dana Infak Masyarakat Capai Rp500 Triliun per Tahun (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan potensi dana sosial keagamaan di Indonesia sangat besar dan belum tergarap optimal. Padahal, peredaran dana infak masyarakat mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahunnya. 

“Peredaran dana infak itu sekitar Rp500 triliun per tahun. Kita pernah menghimpun dan membuat satu penelitian. Orang Islam yang menyimpan dananya di bank itu kan wajib zakat. Kalau mereka konsisten membayar zakat, maka seharusnya pembayaran zakat setiap tahun itu Rp327 triliun. Fantastik,” ujar Menag dalam keterangan pers Rabu (11/2/2026).

Baca Juga:
Menag Ajak Masyarakat Alihkan Dana Pasif ke Wakaf Produktif

Dia menjelaskan, realisasi penghimpunan zakat saat ini masih jauh dari potensi yang ada. Hal itu menunjukkan bahwa inovasi dalam tata kelola dan optimalisasi instrumen sosial keagamaan diperlukan.

Menurutnya, ada dana mengendap di perbankan yang belum termanfaatkan secara produktif. Padahal dana tersebut seharusnya dapat dioptimalkan melalui skema wakaf atau pengelolaan sosial lainnya.

Baca Juga:
Bahlil Sedang Kaji Ulang Pencabutan Izin Tambang Martabe di Sumut

“Sekarang ditemukan oleh perbankan bahwa ada sekitar Rp20 triliun dana yang tidak bertuan. Ada yang pemiliknya meninggal dan tidak diketahui ahli warisnya. Dana itu dibiarkan mengendap di bank. Jumlahnya sekitar Rp20 triliun. Dalam perspektif Fikih, itu bisa dikategorikan sebagai luqathah,” kata dia.

Jika zakat, infak, wakaf, fidyah, dam, kurban, dan berbagai instrumen sosial lainnya dihimpun secara sistematis, nilainya bisa sangat besar dan berdampak luas.

Baca Juga:
Begini Kronologi Pesawat Smart Air yang Ditembaki KKB di Bandara Koroway Batu

“Dana umat yang selama ini tidur dan mengendap, kalau digarap bisa mendekati kekuatan fiskal negara. Tahun lalu APBN kita sekitar Rp1.800 triliun. Dana umat bisa mencapai Rp1.200 triliun. Kalau 50 persen saja bisa dihimpun, itu sudah Rp600 triliun per tahun. Ini potensi luar biasa,” katanya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono–Rano Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Imlek, Nyepi, hingga Ramadan
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemenkes Fokus Tata Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sopir Penabrak Bocah WNI di Singapura Ditetapkan sebagai Tersangka, Proses Hukum Berjalan
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendagri Portugal Mundur Usai Dikritik Soal Banjir
• 9 jam laludetik.com
thumb
Efek Data Ekonomi Terbaru, Saham Wall Street (10/2) Ditutup Mixed!
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.